Wabup Ajak Sukseskan “Genting” di Kabupaten Semarang

Kefaspelita
Screenshot 2025 03 10 12 04 49 24 99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

UNGARAN – Gerakan orang tua asuh cegah stunting (Genting) diharapkan dapat mempercepat penurunan angka balita gizi buruk di Kabupaten Semarang.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Semarang selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Nur Arifah, pada rembug stunting di pendapa rumah dinas bupati setempat, Senin (10/3/2025). Menurutnya, semua pihak diminta ikut serta dalam mendukung Gerakan tersebut, untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Semarang.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Disampaikan, data balita penderita stunting, tersedia lengkap di tiap Puskesmas. Karenanya, penanganan relatif lebih mudah karena sasarannya jelas.

“Kita berharap penanganannya akan lebih baik dan lebih cepat,” tegasnya.

Berdasarkan pendataan keluarga pada 2023, lanjutnya, terdapat 169.156 keluarga sasaran dengan 30.273 (17,9 persen) keluarga risiko stunting. Sedangkan pada 2024 ada 185.271 keluarga sasaran dengan 22.022 keluarga risiko stunting.

Senada, Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan, penanganan stunting perlu kerja sama semua pihak. Terkait hasil efisiensi anggaran sesuai instruksi Presiden RI, bupati akan mengalokasikan tambahan dana untuk penanganan stunting.

“Sedangkan untuk infrastruktur, bisa digunakan untuk memenuhi kekurangan kebutuhan 22 Puskesmas Pembantu,” ungkapnya .

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan KB (DP3AKB) Kabupaten Semarang, Dwi Saiful Noor Hidayat menyampaikan, hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, Kabupaten Semarang berada di peringkat kedua terendah di Jawa Tengah. Dari 696 balita yang diukur, diperoleh angka prevalensi 4,6 persen dengan angka absolut 32[÷]