Kandidat Pilchiksung Meurandeh Dayah Disorot, Warga Pertanyakan LPJ Pengelolaan Program Ketahanan Pangan BUMDes

File 00000000b83c7208a384b3090ec3d58f
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Kandidat Pilchiksung Meurandeh Dayah Disorot, Warga Pertanyakan LPJ Pengelolaan Program Ketahanan Pangan BUMDes

Langsa Lama – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Geuchik Langsung (Pilchiksung) Gampong Meurandeh Dayah, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, muncul sorotan dari sejumlah warga terkait pengelolaan program ketahanan pangan yang bersumber dari Dana Desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Sorotan tersebut mengarah kepada salah seorang kandidat Pilchiksung nomor urut 4 yang diketahui pernah dipercaya mengelola program ketahanan pangan berupa peternakan sapi sejak 2022. Sejumlah warga mempertanyakan kejelasan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) serta perkembangan hasil pengelolaan program tersebut hingga saat ini.

Seorang tokoh masyarakat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan dan hanya disebut berinisial P mengatakan, masyarakat menginginkan adanya transparansi mengenai penggunaan dana desa dalam program ketahanan pangan.

Menurutnya, program tersebut pada awalnya berupa pengadaan enam ekor sapi yang berasal dari anggaran BUMDes. Ia berharap seluruh pengelolaan program dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat.

“Yang kami harapkan bukan untuk menjatuhkan siapa pun, tetapi bagaimana seluruh program desa yang menggunakan anggaran negara memiliki laporan yang jelas sehingga tidak menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (24/6/2026).

Selain peternakan sapi, narasumber tersebut juga menyinggung adanya program pertanian yang menurutnya perlu dijelaskan kepada masyarakat mengenai mekanisme pelaksanaan maupun hasilnya.

Menindaklanjuti informasi tersebut, wartawan kemudian meminta konfirmasi kepada kandidat Pilchiksung nomor urut 4, Rizal alias Timbul, melalui pesan WhatsApp pada Kamis (25/6/2026).

Dalam keterangannya, Rizal membantah bahwa program tersebut telah berjalan sejak 2019 sebagaimana informasi yang beredar. Ia menegaskan pengelolaan peternakan sapi dimulai pada 2022.

Menurut Rizal, selama menjadi pengelola dirinya telah membuat perjanjian pengelolaan bersama pihak terkait di tingkat gampong serta telah melakukan rapat dengan Tuha Peut sebelum mengalihkan pengelolaan kepada pihak lain.

“Program itu dimulai tahun 2022, bukan 2019. Sebelum saya tidak lagi mengelola, sudah dilakukan rapat bersama Tuha Peut. Saya juga membuat surat perjanjian pengelolaan dan sementara pengelolaannya dialihkan kepada abang saya sampai ada pengganti,” jelas Rizal saat dihubungi wartawan.

Ia juga menyampaikan bahwa dokumen pertanggungjawaban awal telah dibuat sesuai mekanisme yang berlaku. Terkait pencalonannya sebagai kandidat Geuchik, Rizal menyebut telah mengikuti ketentuan yang berlaku sesuai regulasi Pemerintah Kota Langsa.

Meski demikian, sejumlah warga berharap pemerintah gampong maupun pengurus BUMDes dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi terkini aset program ketahanan pangan, jumlah ternak yang masih tersedia, perkembangan hasil usaha, serta laporan pertanggungjawaban keuangan sejak program berjalan.

Transparansi tersebut dinilai penting agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat, terlebih menjelang pelaksanaan Pilchiksung yang akan menentukan kepemimpinan Gampong Meurandeh Dayah untuk periode berikutnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pemerintah gampong maupun pengurus BUMDes terkait dokumen LPJ dan hasil evaluasi program ketahanan pangan tersebut.

Jurnalis: Jihandak Belang