Jampidsus Dorong Lahirnya Pemimpin Penegak Hukum Berintegritas di Kawasan Timur Indonesia

IMG
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Jampidsus Dorong Lahirnya Pemimpin Penegak Hukum Berintegritas di Kawasan Timur Indonesia

Makassar, 25 Juni 2026 – Penguatan karakter kepemimpinan menjadi salah satu fokus utama Kejaksaan Republik Indonesia dalam menghadapi tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks. Melalui kegiatan Public Speaking and Leadership yang digelar di Hotel Gammara, Makassar, Kamis (25 Juni 2026), Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Dr. Febrie Adriansyah, S.H., M.H. mengajak para pimpinan Kejaksaan di Kawasan Timur Indonesia membangun kepemimpinan yang berintegritas, adaptif, dan mampu menjaga kepercayaan publik.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Pelatihan yang diikuti para Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) dan Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) dari delapan provinsi tersebut tidak hanya membahas kemampuan berbicara di depan publik, tetapi juga memperkuat kapasitas manajerial, pengambilan keputusan, serta strategi komunikasi dalam menghadapi dinamika penanganan perkara tindak pidana khusus.

Di hadapan peserta, Febrie Adriansyah menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak cukup hanya menguasai aspek teknis penegakan hukum. Lebih dari itu, pemimpin harus memiliki keberanian mengambil keputusan, mampu membaca berbagai risiko, serta menjaga integritas dalam setiap penggunaan kewenangan.

Menurutnya, tantangan terbesar penegakan hukum saat ini bukan hanya menyelesaikan perkara, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi. Oleh sebab itu, komunikasi publik yang akurat, transparan, dan bertanggung jawab harus menjadi bagian dari budaya kerja setiap pimpinan di lingkungan Kejaksaan.

Kegiatan yang turut dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Dr. Sila H. Pulungan ini juga menghadirkan praktisi komunikasi dari Edelman Indonesia yang membekali peserta mengenai strategi membangun narasi kelembagaan, pengelolaan isu publik, hingga komunikasi saat menghadapi krisis.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Kejaksaan dalam menyiapkan pemimpin-pemimpin penegak hukum yang tidak hanya profesional dalam menangani perkara, tetapi juga mampu menjadi wajah institusi yang dipercaya masyarakat. Harapannya, setiap Kajari dan Aspidsus dapat menghadirkan penegakan hukum yang lebih berkeadilan, responsif, dan berdampak nyata bagi kepentingan bangsa serta negara.

Jurnalis: Romo Kefas