Yonif 432 Kostrad Mantapkan Kesiapan Lintas Udara, Doa Bersama Jadi Fondasi Moral Sebelum Terjun

IMG 20260625 WA0167
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Yonif 432 Kostrad Mantapkan Kesiapan Lintas Udara, Doa Bersama Jadi Fondasi Moral Sebelum Terjun

Kariango – Menjelang pelaksanaan latihan penerjunan statik di Daerah Pendidikan dan Latihan Tempur (Dodiklatpur) Bance’e, prajurit Yonif 432/Waspada Setia Jaya (WSJ) Kostrad tidak hanya mematangkan kesiapan teknis dan fisik, tetapi juga memperkuat aspek mental serta spiritual melalui doa bersama. Bagi satuan lintas udara, kesiapan yang utuh diyakini menjadi kunci keberhasilan dalam setiap pelaksanaan latihan.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Falah Kariango tersebut diikuti oleh seluruh prajurit yang akan melaksanakan penerjunan. Sementara prajurit beragama Kristen juga mengadakan ibadah secara terpisah sesuai keyakinan masing-masing. Pelaksanaan ibadah secara berdampingan itu mencerminkan semangat toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman yang telah menjadi bagian dari kehidupan prajurit Kostrad.

Doa bersama menjadi momentum refleksi sebelum menghadapi salah satu materi latihan yang menuntut keberanian, konsentrasi, dan disiplin tinggi. Selain memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat keyakinan diri setiap prajurit agar mampu menjalankan latihan dengan tenang dan penuh tanggung jawab.

Komandan Yonif 432/WSJ, Letkol Inf Bambang Gatot Wibowo, menegaskan bahwa keberhasilan latihan penerjunan tidak hanya bergantung pada kemampuan individu dalam menguasai teknik, tetapi juga pada kepatuhan terhadap prosedur keselamatan dan kesiapan mental setiap personel.

Ia mengingatkan seluruh prajurit agar menjadikan setiap tahapan latihan sebagai proses pembelajaran untuk meningkatkan profesionalisme. Menurutnya, disiplin dalam mengikuti prosedur dan kepatuhan terhadap instruksi pelatih merupakan faktor penting dalam mewujudkan pelaksanaan latihan yang aman dan mencapai target yang telah ditetapkan.

Suasana kebersamaan semakin terasa dengan kehadiran para santri yang turut memanjatkan doa bagi keselamatan seluruh prajurit. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi simbol eratnya hubungan antara TNI dan warga, sekaligus bentuk dukungan moral terhadap tugas-tugas yang dijalankan prajurit.

Bagi Yonif 432/WSJ, pembinaan spiritual merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pembinaan kemampuan militer. Nilai-nilai religius diyakini mampu membentuk karakter prajurit yang lebih tenang, bertanggung jawab, dan memiliki integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.

Latihan penerjunan statik sendiri merupakan bagian dari program pembinaan yang bertujuan memelihara dan meningkatkan kemampuan dasar prajurit lintas udara. Melalui latihan yang dilakukan secara berkala, kesiapan operasional satuan tetap terjaga sehingga mampu menjawab berbagai tuntutan penugasan di masa mendatang.

Dengan bekal latihan yang telah dijalani sebelumnya, ditambah kesiapan mental dan spiritual yang terus diperkuat, seluruh personel diharapkan mampu melaksanakan penerjunan secara aman, tertib, dan profesional.

Bagi prajurit Yonif 432/Waspada Setia Jaya, setiap lompatan dari pintu pesawat bukan sekadar menguji keberanian, tetapi juga menjadi wujud kepercayaan terhadap hasil latihan, kedisiplinan, serta keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dari doa yang dipanjatkan bersama, lahir semangat untuk mengabdi dengan penuh tanggung jawab demi menjaga kehormatan satuan, TNI, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jurnalis : Romo Kefas
Editor : Tim Redaksi