Jemaat GSJA Calvari Makkaringgi Tetap Menyalakan Iman di Pedalaman Kalumpang, Infrastruktur Jadi Harapan Warga

IMG 20260630 WA0102
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Jemaat GSJA Calvari Makkaringgi Tetap Menyalakan Iman di Pedalaman Kalumpang, Infrastruktur Jadi Harapan Warga

Kalumpang, Mamuju – Di balik bentang pegunungan Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, terdapat sebuah jemaat kecil yang terus mempertahankan nyala iman di tengah berbagai keterbatasan. Jemaat GSJA Calvari Makkaringgi, yang berada di Dusun Makkaringgi, Desa Makkaliki, kembali menggelar Ibadah Ucapan Syukur Tahunan dan Syukur Hasil Panen pada 27–28 Juni 2026 sebagai ungkapan syukur atas pemeliharaan Tuhan sepanjang tahun.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Perayaan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan sukacita. Rangkaian ibadah diawali pada Sabtu malam dengan ibadah pembukaan, dilanjutkan Ibadah Raya Ucapan Syukur pada Minggu pagi, kemudian ditutup dengan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) pada Minggu malam yang dilayani oleh Pdt. Effendy Laoh, S.Th.

Bagi tim pelayanan, perjalanan menuju Makkaringgi bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan pengabdian. Untuk mencapai dusun tersebut, rombongan harus menempuh perjalanan berjam-jam menggunakan sepeda motor melewati jalan setapak yang sempit, tanjakan dan turunan pegunungan yang cukup terjal, serta wilayah yang belum tersentuh jaringan telekomunikasi.

Namun seluruh tantangan itu seolah terbayar ketika melihat antusiasme jemaat yang datang beribadah dengan penuh kerinduan. Kesederhanaan tidak mengurangi semangat mereka untuk memuji Tuhan dan mengucap syukur atas setiap berkat yang diterima, termasuk hasil panen yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.

Dalam khotbahnya, Pdt. Effendy Laoh mengingatkan bahwa ucapan syukur tidak bergantung pada banyaknya berkat yang dimiliki, melainkan pada pengenalan akan kesetiaan Tuhan.

“Ucapan syukur bukan hanya ketika hidup berkelimpahan, tetapi juga saat menghadapi berbagai tantangan. Tuhan tetap setia menyertai umat-Nya dalam setiap musim kehidupan.”

Ia juga menegaskan bahwa pelayanan Tuhan tidak dibatasi oleh kondisi geografis maupun fasilitas.

“Tuhan tidak melihat seberapa lengkap fasilitas yang kita miliki, tetapi seberapa besar hati kita mengasihi dan melayani-Nya. Di tempat yang sederhana sekalipun, hadirat Tuhan tetap nyata dan sanggup menguatkan umat-Nya.”

Sementara itu, Gembala Sidang GSJA Calvari Makkaringgi, Pdt. Erick Kristanto, mengungkapkan rasa syukur karena jemaat tetap bertumbuh secara rohani meski menghadapi berbagai keterbatasan.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat sebenarnya telah memiliki pembangkit listrik tenaga air sederhana berupa turbin yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan warga. Namun karena kondisi medan yang berbukit dan panjangnya jaringan distribusi, pasokan listrik masih sering mengalami gangguan sehingga belum dapat beroperasi secara stabil.

“Untuk ibadah malam hari kami masih mengandalkan genset agar seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung dengan baik. Kami tetap bersyukur karena jemaat memiliki semangat yang luar biasa untuk terus beribadah dan melayani Tuhan,” ujarnya.

Di luar kegiatan rohani, kunjungan pelayanan tersebut juga memperlihatkan secara langsung kondisi infrastruktur yang masih menjadi tantangan bagi masyarakat pedalaman Desa Makkaliki.

Akses menuju sejumlah dusun masih didominasi jalan tanah di kawasan perbukitan. Pada beberapa titik memang telah dilakukan pembangunan rabat beton, namun lebarnya hanya sekitar 25 sentimeter di bagian tengah jalan sehingga belum memberikan rasa aman bagi kendaraan roda dua maupun kendaraan pengangkut hasil pertanian. Saat musim hujan, jalan menjadi licin dan meningkatkan risiko kecelakaan serta menghambat mobilitas warga.

Padahal jalur tersebut merupakan akses vital masyarakat menuju pusat pemerintahan desa, sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, hingga jalur distribusi hasil pertanian yang menjadi penopang ekonomi warga.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, pemerintah desa, serta instansi terkait dapat memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan infrastruktur jalan, peningkatan kualitas jaringan listrik, serta akses telekomunikasi di wilayah pedalaman Kalumpang. Perbaikan sarana tersebut diyakini akan mempercepat pelayanan publik, membuka akses ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, sekaligus mendukung pelayanan sosial maupun keagamaan yang telah berlangsung selama ini.

Kisah pelayanan di Makkaringgi menjadi potret bahwa kehidupan gereja di pelosok Indonesia terus bertumbuh meski berada dalam berbagai keterbatasan. Kesetiaan jemaat untuk berkumpul, beribadah, dan mengucap syukur menjadi bukti bahwa iman tidak ditentukan oleh kemudahan fasilitas, melainkan oleh keteguhan hati dalam mengandalkan Tuhan.

Firman Tuhan dalam Yohanes 1:5 seolah menemukan maknanya di tengah kehidupan jemaat pedalaman tersebut:

“Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.”

Semangat jemaat GSJA Calvari Makkaringgi menjadi kesaksian bahwa kasih Kristus terus menjangkau hingga pelosok negeri. Di sisi lain, kisah ini juga menjadi pengingat bahwa pemerataan pembangunan merupakan bagian penting dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk mereka yang hidup di daerah-daerah terpencil.

Reporter: Effendy Laoh
Pelita Nusantara
Kalumpang, Sulawesi Barat