Pangdivif 3 Kostrad Pastikan Kualitas Latihan Lintas Udara, Pengabdian kepada Masyarakat Jadi Bagian dari Misi Prajurit

IMG 20260626 WA0091
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Pangdivif 3 Kostrad Pastikan Kualitas Latihan Lintas Udara, Pengabdian kepada Masyarakat Jadi Bagian dari Misi Prajurit

Bone – Pembinaan prajurit di lingkungan Divisi Infanteri 3 Kostrad terus diarahkan pada peningkatan kemampuan operasional yang sejalan dengan penguatan nilai-nilai kemanusiaan. Komitmen tersebut tergambar dalam kunjungan Panglima Divisi Infanteri 3 Kostrad, Brigjen TNI Wulang Nur Yudhanto, S.E., M.M., M.Han., saat meninjau latihan penerjunan di Kabupaten Bone yang dirangkaikan dengan kegiatan bakti sosial bagi masyarakat.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Kunjungan kerja itu diawali dengan peninjauan Latihan Jungar Terjun Bebas Militer (TBM) yang diikuti personel Denma Brigif 3/Tri Budi Sakti serta latihan penerjunan penyegaran statik prajurit Yonif 432/Waspada Setia Jaya (WSJ). Kehadiran Pangdivif menjadi bagian dari evaluasi langsung terhadap proses pembinaan guna memastikan setiap materi latihan terlaksana sesuai standar profesionalisme, disiplin, dan keselamatan.

Dalam arahannya kepada para prajurit, Brigjen TNI Wulang Nur Yudhanto menekankan bahwa kemampuan lintas udara merupakan salah satu kompetensi strategis yang harus terus dipelihara melalui latihan yang berkelanjutan. Menurutnya, kesiapan personel tidak boleh hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi juga dari ketangguhan mental, kekompakan tim, serta kepatuhan terhadap setiap prosedur yang telah ditetapkan.

Setelah memastikan latihan berjalan sesuai sasaran, Pangdivif bersama jajaran prajurit melanjutkan kegiatan dengan menggelar bakti sosial di sekitar lokasi latihan. Warga menerima bantuan paket sembako, sementara tim kesehatan memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.

Bagi Divif 3 Kostrad, kegiatan tersebut bukan sekadar pelengkap agenda latihan, melainkan bagian dari implementasi nilai pengabdian TNI. Kehadiran prajurit di wilayah latihan diharapkan mampu memberikan manfaat langsung sekaligus memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat.

Suasana hangat terlihat ketika warga memanfaatkan layanan kesehatan dan berdialog dengan para prajurit. Interaksi yang terjalin menunjukkan bahwa hubungan antara TNI dan masyarakat dibangun melalui komunikasi, kepedulian, dan aksi nyata yang dirasakan langsung oleh warga.

Menurut Pangdivif, kemanunggalan TNI dengan rakyat merupakan modal penting dalam menjaga ketahanan nasional. Karena itu, setiap kegiatan satuan diupayakan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan tempur, tetapi juga memberikan kontribusi sosial bagi lingkungan sekitar.

Pendekatan tersebut mencerminkan paradigma pembinaan prajurit yang lebih komprehensif. Selain meningkatkan profesionalisme, prajurit juga dibentuk menjadi sosok yang memiliki empati, jiwa pelayanan, dan kesadaran bahwa keberadaan TNI harus membawa manfaat bagi masyarakat.

Rangkaian latihan dan bakti sosial di Bone menjadi gambaran bahwa penguatan pertahanan negara dapat berjalan berdampingan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sinergi inilah yang terus dipelihara Divif 3 Kostrad sebagai bagian dari semangat pengabdian kepada bangsa.

Di Bone, para prajurit Divif 3 Kostrad memperlihatkan dua sisi pengabdian yang saling melengkapi. Saat latihan, mereka mengasah kemampuan untuk menjaga kedaulatan negara. Setelah latihan usai, mereka hadir di tengah masyarakat untuk berbagi kepedulian. Inilah wajah TNI yang tidak hanya kuat dalam menjaga pertahanan, tetapi juga tulus dalam melayani rakyat sebagai mitra utama menjaga keutuhan Indonesia.

Jurnalis : Romo Kefas
Editor : Tim Redaksi