Prajurit Berpacu dengan Waktu di Tengah Gelap, Evakuasi Korban Tabrakan KA Bekasi Timur

IMG 20260428 WA0037
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Prajurit Berpacu dengan Waktu di Tengah Gelap, Evakuasi Korban Tabrakan KA Bekasi Timur

Bekasi — Malam yang seharusnya berjalan biasa berubah menjadi kepanikan di jalur rel kawasan Bekasi Timur. Dentuman keras memecah suasana sekitar pukul 20.30 WIB, Senin (27/04/2026), ketika rangkaian kereta bertabrakan di jalur 1 dekat Stasiun Bekasi Timur.

Di tengah keterbatasan cahaya dan kondisi lokasi yang sulit, prajurit langsung bergerak tanpa menunggu waktu lama. Personel dari Yonif 202/Tajimalela dan Kodim 0507/Bekasi menjadi garda terdepan dalam upaya penyelamatan korban.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Tabrakan melibatkan kereta jarak jauh dan KRL jurusan Cikarang–Jakarta yang saat itu tengah mulai melaju. Benturan dari arah belakang menyebabkan kerusakan parah pada gerbong terakhir, menjebak sejumlah penumpang di dalam rangka baja yang ringsek.

Evakuasi dalam Tekanan dan Risiko Tinggi

Sebanyak 156 personel gabungan TNI dari Yonif 202/Tajimalela dan Kodim 0507/Bekasi dikerahkan bersama unsur Polri, BPBD, dan tim dari .

Di lokasi kejadian, prajurit harus menghadapi kondisi yang jauh dari ideal. Minimnya penerangan, struktur gerbong yang rusak berat, serta banyaknya warga yang memadati lokasi menjadi tantangan tersendiri.

Namun demikian, fokus utama tetap pada tiga hal krusial:

  • Menyelamatkan korban yang terjepit di antara badan gerbong yang hancur
  • Mensterilkan area untuk membuka akses bagi tim medis dan alat berat
  • Memastikan korban segera mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat

Puluhan Korban Berhasil Dievakuasi

Data sementara mencatat sedikitnya 66 korban terdampak dalam insiden ini. Dari jumlah tersebut, 5 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara sekitar 61 lainnya mengalami luka dengan berbagai tingkat keparahan.

Para korban segera didistribusikan ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi, di antaranya RSUD Bekasi, RS Primaya, RS Hermina, RS Mitra Plumbon, RS Bella, hingga RS Polri.

Bertahan Hingga Tuntas

Meski kondisi di lapangan penuh tekanan, prajurit tetap bertahan hingga proses evakuasi selesai. Mereka memastikan tidak ada korban yang tertinggal, sekaligus membantu pengamanan area agar proses penanganan berjalan lancar.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa dalam situasi darurat, kecepatan dan koordinasi lintas instansi menjadi kunci utama penyelamatan jiwa.


Sumber: Pendam Jaya
Jurnalis: Romo Kefas
Editor: Tim Redaksi