MENGHADAPI GELOMBANG HIDUP

Img 20251012 wa0044
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Hari ini kita akan teliti dengan seksama Kisah para rasul 27:14-44 yang menceritakan pelayaran rasul Paulus menuju ke Roma. Dari ayat-ayat tersebut, kita ketahui bahwa perjalanan melintasi laut Adriatik ini tidak berjalan dengan mulus. Kapal yang ditumpangi rasul Paulus beserta 275 orang lainnya ditimpa badai dahsyat yang disebut angin timur laut. Kis 27:14,37. Ternyata badai yang menimpa kapal itu bukan badai biasa yang hanya berlangsung beberapa saat saja. Badai ini menerpa kapal berhari-hari lamanya:
Kapal terombang-ambing (16-18)
Muatan kapal dibuang ke laut (18)
Alat-alat kapal juga dibuang pada hari yang ketiga (19)
Putus harapan karena suasana gelap (20)
Pada malam ke 14 kapal mendekati daratan (27)
Awak kapal kemudian membang empat sauh (jangkar) untuk menstabilkan kapal (29)

Apa yang terjadi dalam perjalanan rasul Paulus ke Roma ini mengingatkan akan perjalanan yang harus kita lalui di dalam hidup ini. Apa yang harus kita lakukan ketika gelombang dahsyat dan badai menerpa perahu kehidupan kita? Dari Kisah rasul 27 ini kita lihat bagaimana rasul Paulus mengatasi badai dan gelombang dengan empat jangkar kokoh yang tidak tergoyahkan.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

_PENYERTAAN TUHAN_

Bahkan di tengah-tengah badai dahsyat, Tuhan tetap menyertai rasul Paulus. Bacalah Kis 27:23-24. Demikian juga ditengah-tengah sedahsyat apapun, apabila kita tetap beriman kepada Tuhan, kita dengan yakin dapat menikmati penyertaan Tuhan.
“Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman,” Matius 28:20
“Aku sekali-kali tidak, tidak, tidak, tidak, tidak akan membiarkan engkau dan meninggalkan engkau (terjemahan asli bahasa Yunani).” Ibrani 13:5b

_JANJI-JANJI TUHAN_

Ketika rasul Paulus berada di dalam kapal yang terombang-ambing dalam suasana gelap tanpa harapan, Tuhan Yesus mengirimkan malaikat untuk memberikan janji-Nya yang indah: “Jangan takut Paulus! Engkau harus menghadap Kaisar; dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau di kapal ini akan selamat karena engkau.” Kis 27:24
Bagi rasul Paulus, menerima janji Tuhan semacam itu merupakan jangkar kokoh yang membuat perahu kehidupannya tetap pada arah yang benar, sesuai dengan Roma 4:21 “Dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.” Dr. Everett Storms seorang professor theology dari Ontario Canada mengadakan penelitian tentang janji-janji Tuhan dan hasilnya Adalah: Ada 7.487 janji Allah kepada manusia secara langsung. Alkitab secara keseluruhan mengandung 31.101 ayat, jadi janji-janji ini merupakan hamper 40% dari keseluruhan isi Alkitab. Ada 29 janji Allah yang diberikan via malaikat Kitab Yesaya, Yeremia dan yehezkiel mengandung lebih dari 1.000 janji. Jumlah 7.487 ini jelas bukanlah sedikit, sebab satu tahun hanyalah 365 hari. Kita bisa menerima dan mengklaim lebih dari 15 janji Tuhan tiap-tiap hari. Dibawah ini beberapa contoh:
“Kemalangan orang benar banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu.” Mzm 34:20
“Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti.” Yesaya 48:18
“Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.” Yeremia 33:3
“Dan Ia akan menghapaus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak aka nada lagi; tidak ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” Wahyu 21:4

_PEMELIHARAAN TUHAN_

Rasul Paulus diberitahu oleh Tuhan bahwa apa yang terjadi di dalam kapal yang tertimpa badai dahsyat itu Adalah bagian dari rencana Allah bagi dirinya (ay 24-25). Jadi pada saat itu, tempat yang paling aman bagi rasul Paulus adalah berada di dalam kapal yang terombang ambing itu. Mengapa bisa demikian? Sebab itu Adalah tempat yang sesuai dengan kehendak Allah. Apabila Paulus pada saat itu tidak berada di dalam kapal tersebut, ia sudah melenceng dari kehendak Tuhan. Justru di dalam badai dan gelombang yang dahsyat itulah rasul Paulus menerima pemeliharaan Tuhan yang indah. Apakah kita sadar bahwa hal yang seperti itu juga bisa terjadi dalam hidup kita di akhir zaman ini? Perhatikanlah apa yang Tuhan Yesus hendak ajarkan dalam Markus 6:45-51 dan perhatikanlah beberapa pertanyaan dibawah ini:
Siapakah yang memerintahkan para murid naik ke dalam perahu? Jawabannya jelas, Tuhan Yesus. Yesus sendiri tidak ikut dalam perahu itu (ay 45)
Apakah Yesus tidak tahu para murid akan ditimpa badai dahsyat? Tentu Tuhan Yesus tahu. Jadi badai yang terjadi adalah sepengetahuan Tuhan Yesus.
Mengapa badai itu dibiarkan menimpa para murid? Untuk memberikan sebuah Pelajaran penting: Tuhan Yesus tetap memelihara mereka di tengah badai yang dahsyat.

Apabila badai dan taufan kehidupan mengamuk, praktekkanlah Mazmur 57:2 – “Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepadaMulah jiwaku berlindung; dalam naungan sayap-Mu aku akan bersembunyi.”

Narsum: Abah Daniel