LAI Bentuk Kekuatan Baru di Bali, Kolaborasi Antar Gereja Diperkuat untuk Menjangkau Generasi Mendatang

IMG 20260602 WA0075
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

LAI Bentuk Kekuatan Baru di Bali, Kolaborasi Antar Gereja Diperkuat untuk Menjangkau Generasi Mendatang

Denpasar, Bali – Semangat memperluas jangkauan pelayanan Firman Tuhan di tengah dinamika masyarakat modern menjadi salah satu pesan utama dalam pelantikan Kelompok Kerja Penggalangan Dukungan (KKPD) LAI Mitra Bali yang digelar oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), Minggu (31/5/2026).

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Pelantikan yang berlangsung di Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) Jemaat Kristus Kasih tersebut menjadi momentum penting bagi LAI untuk memperkuat jejaring pelayanan dan kemitraan dengan gereja-gereja, organisasi Kristen, serta berbagai elemen masyarakat di Pulau Dewata.

Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Sekretaris Umum LAI, Dr. Sigit Triyono, didampingi Penjabat Sementara Kepala Kantor Wilayah Surabaya yang membawahi Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT, Deyunita Sevenirim Tatung, serta Hana Faren.

Dalam sambutannya, Dr. Sigit Triyono menegaskan bahwa keberadaan KKPD bukan sekadar struktur organisasi pendukung, melainkan menjadi ujung tombak pelayanan LAI di daerah. Melalui jejaring yang dibangun, LAI berharap semakin banyak gereja, lembaga Kristen, maupun individu yang terlibat dalam misi menghadirkan Firman Allah bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Firman Allah Menjangkau Semua Generasi bukan hanya sebuah slogan, tetapi panggilan pelayanan yang harus diwujudkan melalui kerja sama dan partisipasi seluruh umat,” ujarnya.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh gereja dan organisasi Kristen di Bali, di antaranya Bishop Si Bagus Herman Suryadi, M.Th., Pdt. Dr. Victor A. Hamel, Pdt. I Made Budiarsa, M.Si., serta perwakilan berbagai organisasi seperti PGIW Bali, Bali Partnership, PIKI Bali, PWKI, PEWARNA Bali, GAMKI, GMKI, dan sejumlah lembaga pelayanan lainnya.

Ibadah syukur yang menjadi bagian dari rangkaian pelantikan dipimpin oleh Pdt. I Made Budiarsa, M.Si. Dalam khotbahnya, ia mengajak seluruh umat untuk memaknai pelayanan sebagai panggilan bersama yang melampaui batas denominasi gereja.

Menurutnya, tantangan pelayanan saat ini membutuhkan kolaborasi yang lebih erat antarumat Kristen agar Firman Tuhan dapat terus hadir dan menjadi sumber pengharapan bagi masyarakat.

Salah satu program yang menjadi fokus LAI saat ini adalah gerakan DWD (Doakan, Wartakan, dan Donasikan), sebuah gerakan yang mengajak umat berpartisipasi aktif dalam mendukung distribusi Alkitab ke berbagai wilayah Indonesia yang masih menghadapi keterbatasan akses.

Ketua KKPD LAI Mitra Bali, Putu Elicia Dewianti Putra, S.Psi., M.M., menjelaskan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan program “Satu Dalam Kasih” sebagai sarana membangun kepedulian jemaat terhadap saudara-saudara seiman di berbagai pelosok Nusantara.

Menurutnya, masih banyak komunitas Kristen di daerah terpencil yang menghadapi kendala ekonomi maupun geografis untuk memperoleh Alkitab. Karena itu, keterlibatan gereja-gereja dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjawab kebutuhan tersebut.

Lebih jauh, pelantikan KKPD LAI Mitra Bali juga mencerminkan semangat persatuan yang selama ini menjadi kekuatan pelayanan gereja di Indonesia. Di tengah keberagaman denominasi, Alkitab menjadi titik temu yang menyatukan umat dalam satu misi pelayanan yang sama.

Dengan terbentuknya KKPD LAI Mitra Bali, LAI berharap lahir semakin banyak kolaborasi strategis yang mampu memperluas jangkauan pelayanan, memperkuat kehidupan iman umat, dan memastikan Firman Tuhan dapat terus menjangkau generasi masa kini maupun generasi yang akan datang.

Jurnalis: Romo Kefas
Editor: Tim Redaksi