KITA TIDAK TAHU – ALLAH TAHU

Kefaspelita
Img 20250914 wa0045
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Hari ini kita akan mempelajari Kisah para rasul 9:1-17, yaitu sebuah perikop yang luar biasa karena disinilah kita mendapatkan kisah perobatan seorang Farisi yang Bernama Saulus. Dikemudian hari mempunyai peranan penting dalam perkembangan gereja Kristus di bumi. Saulus adalah seorang Farisi yang sangat bersemangat sampai-sampai tak segan mempergunakan kekerasan:

  • Saulus menunggui pakaian orang-orang yang merajam Stefanus (Kis 7:58)
  • Saulus sangat setuju Stefanus dirajam batu (Kis 8:1a)
  • Saulus sangat giat menghacurkan umat Tuhan (Kis 8:3)

Tak cukup di Yerusalem dan sekitarnya, Saulus dengan semangat pergi ke Damsyik untuk misi penganiayaan orang Kristen. Pikirnya, dengan cara seperti ini berkenan kepada Allah.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Ditengah jalan, ketika hamper tiba di Damsyik, Saulus mengalami “pertemuan pribadi” dengan Yesus Kristus yang sangat ia benci. Akibatnya Saulus jatuh dan buta total. Dalam keadaaan seperti itu, Saulus berdoa dengan sepenuh hati mencari Tuhan dan doanya di dengar oleh Tuhan. Tuhan Yesus kemudia menyuruh Ananias, seorang murid yang setia untuk datang memulihkan Saulus. Anania tidak menerima begitu saja, sebab ia tahu siapa Saulus. Kisah ini diakhiri dengan happ-end – dari Saulus menjadi Paulus.

JANGAN HERAN JIKA TIDAK MEMAHAMI JALAN TUHAN

Ananias disebut sebagai seorang “murid”, bukan hanya orang Kristen biasa. Ketika mendengar suara Tuhan, responnya juga sangat positif yaitu “Inilah aku, Tuhan!” Kis 9:10. Namun ketika mendengar Tuhan lebih lanjut yang menyuruh ia pergi kepada Saulus, Ananias menjadi bingung, sebab ia sama sekali tidak mengerti pikiran Tuhan. Ananias berpikir bahwa Tuhan pasti salah memilih orang. Mengapa Saulus yang sudah terkenal dimana-mana karena kekejamannya justru dipilih Tuhan?

Hal ini dinyatakan oleh Ananias dalam bentuk sebuah argumentasi yang tercantum dalam Kis 9:13-14. Acapkali kita pun menghadapi situasi seperti yang dihadapi oleh ananias, yaitu bingung dan tidak mengerti bahkan salah paham akan maksud Tuhan yang sebenarnya. Misalnya:

  • Abraham mendapat perintah mempersembahkan Ishak, anaknya. Kej 22
  • Yunus, ketika dapat perintah berkhotbah di Niniwe sama sekali tidak menyetujui pikiran dan rencana Allah. Yunus 1
  • Nabi Habakuk penuh kebingungan ketika melihat kejahatan dan kekacauan merajalela dimana-mana, sedangkan Tuhan nampaknya berdiam diri saja. Habakuk 1:13
  • Petrus ketika diberitahu bahwa Yesus harus masuk ke dalam penderitaan, sama sekali tidak bisa menerima ide ini. Matius 16:22

Demikian pula pada zaman sekarang, kita juga sering menjumpai jalan Tuhan yang serba misterius, yang tidak bisa diterima dengan akal sehat. Segudang pertanyaan dilontarkan kepada Tuhan. “Mengapa terjadi begini, begitu?” Apabila menghadapi keadaan seperti ini, janganlah terlalu heran, karena acapkali jalan dan rencana Tuhan itu amat berbeda dengan jalan dan pikiran manusia.

ORANG BENAR HIDUP OLEH IMAN

Walaupun Ananias tidak mengerti perintah yang ia terima dari Tuhan, ia tidak bertindak seperti Yunus yang lari ke tempat jauh. Ananias merupakan sebuah teladan positif bagi semua orang yang sedang menghadapi pelbagai tanda tanya dalam hidup ini. Ketika berhadapan dengan jalan Tuhan yang tidak mengerti arahnya mau kemana, ia tetap taat dan beriman kepada Tuhan.

Hal ini dinyatakan dalam Kis 9:17 yang menunjukkan beberapa Langkah iman dan ketaatan penting dalam diri Ananias.

  • Tidak berlambat-lambat untuk mentaati perintah Tuhan
  • Ananias menyapa Saulus dengan sebutan “saudaraku”. Ini luar biasa, ada perubahan besar! Tadinya dianggap sebagai musuh, sekarang dipandang sebagai saudara.
  • Ananias menumpangkan tangannya atas Saulus shingga ia celik Kembali serta menerima kepenuhan Roh Kudus.
  • Ananias membaptis Saulus.

Di kemudian hari ketika Saulus telah menjadi Paulus yang penuh dengan urapan kuasa Tuhan, ia mengutip sebuah ayat dari kitab Habakuk sebagaimana tertera dalam Roma 1:17c – “Orang benar akan hidup oleh iman.” Nabi Habakuk adalah seorang nabi yang hidup dengan pelbagai pertanyaan yang sangat tidak mengerti. Perhatikan Habakuk 1:2 – “Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: “Penindasan!” tetapi tidak Kautolong?”

Pada bagian awal kitab Habakuk thema seperti ini tampak dominan, namun pada akhirnya muncullah ayat-ayat yang dahsyat:

  • Orang benar akan hidup oleh percayanya. Habakuk 2:4
  • Sekalipun semua hal yang dilihat taka da yang bisa melegakan hati, orang beriman tetap tidak akan goyah imannya. Habakuk 3:17-19

JALAN DAN PIKIRAN TUHAN BERBEDA DENGAN JALAN DAN PIKIRAN MANUSIA

Apabila pada waktu itu Tuhan Yesus menampakkan diri kepada Ananias dan bertanya kepada Ananias apakah yang sebaiknya diperbuat atas diri Saulus yang buta, mungkin Ananias mengusulkan agar Saulus dibuat mati saja supaya mereka yang memusuhi orang Kristen jadi ketakutan semua. Itu hanya pikirang manusia, tetapi Allah mempunyai rencana dan pikiran yang jauh lebih besar dan dahsyat.

Rencana Allah ialah menjadikan Saulus ini seorang rasul yang luar biasa. Andaikan Tuhan Yesus peduli “keberatan” Ananias, maka:

Tidak akan ada seorang rasul besar yang mengukir sejarah dengan tinta emas.

Tidak akan ada surat-surat rasul Paulus yang mengisi Sebagian besar kitab PB

Tidak akan ada yang menamai anaknya Paul (ing) atau Paulus (ind)

Jadi jelas jalan dan pikiran Tuhan itu sangat jauh berbeda dengan jalan dan pikiran manusia, sebagaimana diungkapkan dalam Yesaya 55:8-9 – “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah Firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu, dan rancangan-Ku dari rancanganmu.”

PEMELIHARAAN TUHAN TIDAK PERNAH SALAH

Tuhan tahu sepenuhnya apa yang Ia perbuat tak mungkin salah. Ananias melihat pilihan Tuhan terhadap Saulus adalah sesuatu yang salah, namun Tuhan Yesus melihat bahwa Saulus akan menjadi rasul yang sangat efektif. Apabila kita melihat segala yang terjadi secara sepotong-sepotong, kitab isa bingung, tetapi apabila kita melihat secara keseluruhan, kita akan dapat melihat “Grand-scenario” yang indah.

Contoh kehidupan Yusuf: Dihianati oleh saudara-sudaranya, dijual sebagai budak, difitnah istri Potifar sampai masuk penjara. Kelihatannya mengenaskan, namun apabila memperhatikan kehidupan Yusuf secara keseluruhan, kita melihat Grand-scenario yang dahsyat. Perhatikan apa yang Yusuf sendiri katakana dalam Kejadian 45:4 dan seterusnya, sama sekali tidak ada kepahitan dan kegeraman dalam kata-kata Yusuf, bahkan dalam Kejadian 50:20 Yusuf memberikan intisari ringkasan kehidupan:

“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.”

Dalam bahasa PB, apa yang dikatakan Yusuf sangat sesuai dengan Roma 8:28 – “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Kesimpulan – Berserahlah sepenuh kepada pemeliharaan Allah, sebab Ia tidak pernah merencanakan perkara yang jahat buat kita. Yeremia 29:11

Abah Daniel