Pelitanusantara.com Pada saat menghadapi pergumulan doa yang belum ada jawaban, sementara mendengar kesaksian dan melihat orang yang begitu cepat menerima jawaban, mungkin berpikir: “Berapa lama lagi Tuhan? Itulah yang dilakukan pemazmur Daud, saat membaca perkataan yang ia curahkan kepada Tuhan dalam kesedihannya yang mendalam: “Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus menerus? Berapa lama lagi Kausembunyikanm wajah-Mu terhadap aku? Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari? Berapa lama lagi musuhku meninggikan diri atasku?” Mazmur 13:1-2 Tuhan tahu apa yang dialami umat-Nya, termasuk saat keputusasaan yang seperti meremukkan, bawa kepada Tuhan dan jangan tinggal dalam keputusasaan. Terus membaca apa yang ditulis Daud: “Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.” Mazmur 13:5-6. “Tetapi”, satu kata kecil yang membuat seluruh perbedaan – artinya ketika terasa ketidakberdayaan melemahkan, tetapi jangan menyerah. Kata yang dipakai untuk kasih setia – hesed (kasih karunia) dan yang dipakai untuk penyelamatan – Yeshua. Teruslah percaya pada kasih karunia, arahkan mata kepada Yesus maka keselamatan, kesejahteraan, pembebasan dan kemenangan ada di dalam Dia. Disepanjang Mazmur ada kata “sela”, artinya pemazmur berhenti sejenak dan mendengarkan.
Pemulihan Bisa Terjadi Seketika
Kita bisa menerima pemulihan lewat doa (Markus 11:24), dan beberapa mengalami kesembuhan dan jawaban Tuhan saat hadirat-Nya mengalir. Ada sesuatu yang berkuasa saat berada di gereja ketika nama Tuhan Yesus ditinggikan. Ada pengurapan bersama yang bekerja ketika jemaat bersekutu, seperti yang Tuhan katakan: “Dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, disitu Aku ada ditengah-tengah mereka.” Matius 18:20. Dimana Yesus berada, kematian berubah menjadi kematian dan kebangkitan, kelemahan menjadi kekuatan, sedikit menjadi banyak, dan di hadapan Tuhan ada sukacita melimpah dan nikmat senantiasa. Mazmur 16:11. Dalam hadirat-Nya kita akan mengalami kebangkitan dan hidup (Yohanes 11:25), itulah sebabnya Alkitab memberitahu untuk tidak meninggalkan pertemuan-pertemuan ibadah. Ketika kita berkumpul, Ia ada di tengah-tengah kita.
Sedikit Demi Sedikit Tuhan Menghalau “Musuh-Musush” Kita
Meskipun mujizat pemulihan instan bisa terjadi, kita tidak harus mengalami manifestasi seketika. Pada waktu mengambil bagian dalam perjamuan kudus dengan iman, pemulihan telah dimulai. Jangan patah semangat jika tidak menerima manifestasi pemulihan instan. Dalam bagian pertama, “alasan banyak gereja lemah dan sakit”. Bukan tidak menumpangkan tangan, tidak ada KKR, namun karena “tidak mengakui tubuh Tuhan.” 1 Korintus 11:29-30. Memang tidak mudah meyakini pemulihan saat berdoa, itulah makanya kita butuh iman. Setiap kali mengambil bagian dalam iman, menerima suatu takaran pemulihan, setiap kali mengambil bagian, kita menjadi semakin baik. Masalahnya seringkali kita tidak sabar dan tidak mau menerima “sedikit demi sedikit”. “Aku tidak akan menghalau mereka dari depanmu dalam satu tahun, supaya negeri itu jangan menjadi sepi, dan segala Binatang hutan jangan bertambah banyak melebihi engkau. Aku akan menghalau mereka dari depanmu, sampai engkau beranak cucu sedemikian, hingga engkau dapat memiliki negeri itu.” Keluaran 23:29-30.
Pemulihan Lewat Perjamuan Kudus
Tuhan Yesus berkata, “perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!” 1 Korintus 11:25. Kata “setiap kali dan bukan jarang atau kadangkala.” Itu memberitahu kita bahwa Ia sedang mengacu pada mengambil bagian dalam perjamuan terus-menerus. Jika gereja mula-mula mengadakan perjamuan “setiap hari”, pasti ada pewahyuan tentang manfaat perjamuan kudus. Alkitab memberitahu kita bahwa Ia sudah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dan dari setiap sakit penyakit (Galatia 3:13). Yesus mengutuk pohon ara, pohon itu tidak langsung mati. Keesokan harinya telah kering.
Abah Daniel













