Hanya 1 Hari Jadi Raja di Mataram…… Ada ya ?????

Kefaspelita
Images (13)
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Pelitanusantara.com Kisah Pilu Pangeran Martapura, Jadi Raja Mataram Hanya Satu Hari.

Pangeran Martapura adalah putra dari Sultan Anyakrawati, raja Mataram kedua (1601-1613). Pangeran Martapura memiliki nama asli Raden Mas Wuryah, Sebagai anak dari seorang raja, Pangeran Martapura diberi gelar sebagai adipati anom (putra mahkota) yang dicalonkan menjadi pemimpin Kerajaan Mataram Islam, Namun, pada akhirnya, Anyakrawati justru menunjuk Raden Mas Rangsang sebagai Raja Mataram III.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Istri pertama Sultan Anyakrawati bernama Ratu Tulungayu dari Ponorogo, ia adalah garwa padmi atau istri utama dari Pangeran Hanyakrawati Sultan Anyakrawati pernah berjanji kepada istri pertamanya, yaitu akan memberikan takhta Kerajaan Mataram kepada anak dari istri pertama. Namun, karena selama waktu yang cukup lama, ternyata istri pertama belum memberikan keturunan, Sultan Anyakrawati kemudian menikah lagi dengan Dyah Banawati, putri Pangeran Benawa dari Pajang. Dari istri kedua lahirlah seorang putra pada tahun 1593 yang diberi nama Raden Mas Rangsang (yang kelak bergelar Sultan Agung).

Beberapa tahun kemudian barulah istri pertama Sultan Anyakrawati melahirkan putra yang bernama Raden Mas Wuryah pada tahun 1605.

Akan tetapi, Raden Mas Wuryah menyimpan kisah yang pilu, ia mengidap tuna grahita, yaitu kondisi ketika seseorang mengalami gangguan mental atau intelektual.

Keadaan inilah yang kemudian membuat janji Anyakrawati kepada istri pertamanya tidak berlaku lagi.

Sebelum Sultan Anyakrawati wafat pada 1613, beliau sempat berwasiat supaya takhta Kerajaan Mataram Islam diserahkan kepada Raden Mas Rangsang. Wasiat itu disaksikan oleh Adipati Mandaraka, dan Pangeran Purbaya ketika berkumpul dalam Pisowanan di Pendopo Prabayaksa Keraton guna menerima wasiat agar Raden Mas Rangsang diangkat menjadi Raja Mataram.

Namun, karena Sultan Anyakrawati sudah lebih dulu berjanji kepada Ratu Tulungayu, maka Mas Wuryah harus dijadikan raja terlebih dahulu selama satu hari, sebagai pemenuhan janji.

Kemudian setelah Sultan Anyakrawati wafat, Mas Wuryah pun naik takhta pada 1613 menjadi raja Mataram selama sehari dengan gelar Pangeran Martapura dan keesokan harinya digantikan oleh Raden Mas Rangsang yang bergelar Sultan Agung.

Tidak banyak yang diketahui tentang nasib Raden Martapura setelah ia turun takhta. Ia mungkin hidup dalam perlindungan dan pengawasan keluarga dan kerabatnya. Ia juga tidak pernah mendapatkan penghargaan atau penghormatan sebagai mantan raja Mataram.
Raden Martapura adalah contoh dari seseorang yang memiliki nasib yang tidak sesuai dengan potensinya. Ia adalah anak dari raja Mataram yang seharusnya memiliki masa depan yang cerah dan mulia. Namun, karena kondisi fisik dan mentalnya yang tidak normal, ia hanya menjadi raja Mataram selama sehari dan kemudian dilupakan oleh sejarah

Dikutip dan Disusun Dari Berbagai Sumber