Gajah Mada: Sang Pemersatu yang Terhancur oleh Kekuasaannya Sendiri

Kefaspelita
Images (34)
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Ia membungkam nusantara dengan sumpah, tapi sejarah membungkamnya dengan luka.”

Pelitanusantara.com Gajah Mada, Mahapatih Majapahit yang legendaris, meninggalkan jejak yang tak terlupakan dalam sejarah Nusantara. Sumpah Palapa-nya menjadi simbol ambisi untuk menyatukan Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit. Namun, di balik kejayaan, terdapat bayangan kelam yang membayangi namanya.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Sumpah Palapa: Awal dari Sebuah Ambisi yang Tak Terkalahkan

Gajah Mada mengucapkan sumpah Palapa yang terkenal: “Saya tidak akan menikmati palapa sebelum seluruh Nusantara bersatu di bawah Majapahit.” Sumpah ini tercatat dalam Nagarakretagama, sebuah kakawin yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada abad ke-14. Dan sumpah itu bukan sekadar omong kosong. Ia menaklukkan kerajaan demi kerajaan, mengibarkan panji Majapahit dari Sumatra hingga Maluku. Kekuasaannya tak terbendung, seperti badai yang melanda Nusantara.

Tragedi Bubat: Titik Hitam dalam Sejarah yang Tak Terlupakan

Tahun 1357, sebuah tragedi terjadi di Perang Bubat ketika pasukan Majapahit, atas perintah Gajah Mada, memaksa rombongan pengantin dari Sunda untuk tunduk, bukan bersatu dalam pernikahan politik. Raja Sunda, beserta keluarga dan pengawalnya, gugur dengan tragis. Putri cantik Dyah Pitaloka, calon istri Hayam Wuruk, memilih mati daripada dipermalukan. Peristiwa ini tercatat dalam Pararaton, sebuah kitab yang berisi catatan sejarah Majapahit. Darah mengalir di lapangan Bubat, dan sejarah mencatatnya sebagai titik hitam dalam sejarah Nusantara.

Akhir dari Sebuah Ambisi yang Berakhir dengan Tragedi

Majapahit menang secara militer, tapi Gajah Mada kalah secara moral. Rakyat Jawa Barat menaruh dendam. Para bangsawan Majapahit mulai mempertanyakan arah kepemimpinannya. Dan sang raja… Hayam Wuruk, diam antara kekecewaan dan loyalitas. Sejak saat itu, Gajah Mada mengundurkan diri dari kehidupan politik. Ia tidak dipecat, tapi perlahan disisihkan. Kekuasaannya yang tak terbendung akhirnya berakhir dengan kesunyian.

Warisan Gajah Mada: Sebuah Legenda yang Tak Terlupakan

Gajah Mada memang jatuh… Tapi gagasannya tentang persatuan Nusantara hidup jauh melampaui zamannya. Ia bukan manusia tanpa cela. Tapi ia adalah bukti bahwa sejarah besar sering kali dibangun dari tekad kuat meski dengan harga yang mahal. Namanya tetap abadi dalam sejarah Nusantara, sebagai simbol ambisi dan kekuasaan yang tak terkalahkan.

 

Sumber:

Nagarakretagama, sebuah kakawin yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada abad ke-14.
Pararaton, sebuah kitab yang berisi catatan sejarah Majapahit.