Eric Thohir : Kirab Pernikahan Kaesang-Erina, Napak Tilas Budaya Yang Sudah Lama Hilang.

yupiterjogja
IMG 20221211 WA0088
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

 

SURAKARTA -PN NEWS, Ketua Panitia Pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono, Erick Thohir menyebutkan bahwa Festival Budaya yang dilangsungkan selama rangkaian hajatan pernikahan telah berhasil menghidupkan kembali tradisi dan ritual leluhur yang telah lama tidak terlihat di masyarakat.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Salah satunya adalah kirab mempelai yang berlangsung dari Loji Gandrung ke Pura Mangkunegaran, Surakarta.

Budaya ini yang sangat jarang kita ingat, bahkan sudah puluhan tahun tidak pernah diulang, Orang sudah lama sekali tidak melihatnya, ujar Erick Thohir.

Festival Budaya yang dilangsungkan disepanjang perhelatan pernikahan Kaesang dan Erina merupakan upaya serius untuk menjaga budaya Indonesia yang bernilai sangat tinggi.

Menjaga budaya ini tetap relevan bahkan untuk Indonesia yang menjadi negara maju.

Budaya ini yang harus kita jaga, sebagai negara maju jangan lupakan budaya bangsanya sendiri, tegas Erick saat ditemui Media di Pura Mangkunegaran, Solo, Minggu (11/12/2022).

Dalam rangkaian Pernikahan Kaesang – Erina pada hari terakhir ini, (minggu ) Erick Thohir menyebutkan bahwa, ada bagian yang paling menantang baginya sebagai Ketua Panitia, yaitu mengkolaborasikan Festival Budaya dalam rangka pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Sofia Gudono dengan car free day di Solo.

Yang paling menantang adalah bagaimana acara ini tidak mengganggu masyarakat yang sedang car free day, sehingga Festival Budaya bisa berjalan beriringan, ujarnya.

Masih di tempat yang sama, Bahlil Lahadalia, yang juga adalah panitia Pernikahan Kaesang – Erina , mengatakan bahwa hingga Minggu pagi, rangkaian pernikahan ini sudah mendekati 100%.

Bagian yang juga menggembirakan adalah hadirnya sekitar 20.000 relawan dari Aceh hingga Papua.

Mereka datang secara sukarela dari mulai Aceh hingga Papua, dan kami pun senang melayani Beliau semua, ujar Bahlil.

Selain para relawan, Pesta Budaya ini juga mengajak partisipasi UMKM, abang becak, hingga para penarik andong, untuk itu masyarakat diharapkan pada kegiatan ini bisa membeli produk – produk UMKM tersebut.

Sebanyak 400 abang becak dan andong kami libatkan, kami ajak berpartisipasi, seluruhnya, ujarnya. (Ome)