Distribusi MBG di SDN 03 Bantarkambing Dipertanyakan, Orang Tua Nilai Program Minim Transparansi

IMG 20260106 WA0131
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Bogor,06 Januari 2026  – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan pada 6 Januari 2026 di , Kecamatan Ranca Bungur, Kabupaten Bogor, menuai sorotan dari para orang tua siswa. Di tengah antusiasme anak-anak menerima bantuan makanan, muncul pertanyaan serius terkait kejelasan distribusi, durasi pemberian, dan kesesuaian biaya program dengan realisasi di lapangan.

Sejak pagi hari, para wali murid terlihat berduyun-duyun menunggu kedatangan mobil pengangkut MBG yang membawa paket makanan kering. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa program ini sangat dibutuhkan dan dinantikan. Namun, kebutuhan itu justru berbanding terbalik dengan minimnya informasi resmi yang diterima orang tua siswa.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Sejumlah wali murid mengaku tidak mengetahui MBG diberikan untuk berapa hari, terlebih setelah masa libur sekolah yang dimulai sejak 22 Desember 2025. Pembagian MBG baru kembali dilakukan pada 6 Januari 2026, tanpa penjelasan terbuka kepada orang tua siswa.

Salah satu wali murid mengungkapkan kebingungannya setelah mencoba meminta klarifikasi langsung di sekolah.
“MBG ini untuk berapa hari, Bu?” tanyanya kepada seorang guru.
Namun jawaban yang diterima justru menambah tanda tanya. “Kami juga belum tahu, Bu,” ujar guru tersebut.

Hingga pembagian berlangsung, tidak ada pemberitahuan resmi melalui grup WhatsApp orang tua siswa terkait durasi, mekanisme, maupun jadwal lanjutan distribusi MBG. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa pelaksanaan program belum disertai dengan sistem komunikasi dan koordinasi yang memadai.

Program MBG berada di bawah tanggung jawab (BGN) dan dibiayai dari anggaran negara. Oleh karena itu, orang tua siswa menilai wajar apabila publik mempertanyakan apakah biaya yang dikeluarkan sebanding dengan kualitas dan transparansi pendistribusian di sekolah.

IMG 20260106 WA0133

Para wali murid menegaskan bahwa kritik ini bukan penolakan terhadap program MBG. Sebaliknya, mereka berharap program tersebut benar-benar dijalankan secara terbuka, terencana, dan akuntabel, mengingat menyangkut hak gizi anak-anak serta penggunaan dana publik.

“Programnya bagus dan sangat membantu. Tapi kalau informasinya tidak jelas, wajar kalau kami bertanya. Ini uang negara, bukan dana pribadi,” ujar salah satu orang tua siswa.

Untuk mencegah berkembangnya informasi simpang siur di masyarakat, wartawan PN menyatakan akan melakukan klarifikasi langsung kepada pihak dapur penyalur MBG yang mendistribusikan makanan ke sekolah, serta kepada BGN pusat, guna memperoleh penjelasan resmi terkait:

  • durasi pembagian MBG,
  • mekanisme distribusi,
  • dan keterkaitan anggaran dengan realisasi di lapangan.

Langkah klarifikasi ini diharapkan dapat membuka informasi secara objektif kepada publik serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program MBG sebagai bagian dari kebijakan nasional peningkatan gizi peserta didik.

IMG 20260106 WA0130

Di tengah besarnya harapan masyarakat terhadap program MBG, transparansi dan komunikasi publik dinilai menjadi kunci. Tanpa itu, program yang sejatinya berpihak pada anak-anak berisiko kehilangan kepercayaan, bahkan sebelum manfaatnya dirasakan secara maksimal.


Jurnalis: Briston Tamba