Dari Kantor ke Sawah, Wakapolres Probolinggo Kota Hadir untuk Petani

hdevananda2016
IMG 20260108 WA0012
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

PELITANUSANTARA.COM: Probolinggo, 8 Januari 2026 — Wakapolres Probolinggo Kota , KOMPOL Didit Wahyu Agustyawan, S.H., turun langsung ke lahan jagung di Jalan Kani Balu, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kamis (8/1/2026), dalam Panen Raya Jagung Serentak Tahap I Tahun Anggaran 2026.

Kehadiran KOMPOL Didit di tengah sawah menjadi perhatian tersendiri. Tidak hanya memantau, ia juga berdialog langsung dengan para petani, mendengar persoalan lapangan, dan memastikan dukungan nyata Polri terhadap ketahanan pangan nasional.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

“Panen ini bukan sekadar hasil tani, tapi simbol ketahanan pangan. Kalau petani kuat, daerah dan negara juga kuat,” ujar KOMPOL Didit Wahyu Agustyawan, S.H.

0 0x0 0 0#

Polisi Turun Sawah, Bukan Sekadar Jaga Jalan

Menurut KOMPOL Didit, peran Polri hari ini tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung program strategis nasional, termasuk sektor pertanian. Ia menegaskan bahwa petani harus mendapat rasa aman dalam proses tanam hingga panen.

“Kami pastikan distribusi pupuk, bibit, dan hasil panen berjalan aman. Petani jangan sampai dirugikan,” tegasnya.

Jagung sendiri merupakan komoditas strategis yang sangat berpengaruh terhadap stabilitas harga pakan ternak dan kebutuhan pokok masyarakat. Karena itu, keberlanjutan produksi menjadi perhatian serius.

IMG 20260108 WA0013Aksi Nyata, Bukan Seremonial

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bibit jagung kepada kelompok tani, panen bersama, serta dialog santai di lokasi. Bagi warga, kehadiran Wakapolres bukan sekadar formalitas, melainkan bukti bahwa aparat negara hadir hingga ke akar rumput.

“Ini bukan acara seremonial. Kami ingin ketahanan pangan benar-benar dirasakan masyarakat,” tutup KOMPOL Didit.

Panen raya ini menegaskan bahwa menjaga pangan bukan hanya tugas petani, melainkan kerja bersama antara masyarakat dan negara—dari sawah hingga institusi.

[Irf/*]