Asal Mula Permusuhan Cirebon dan Demak

Download (16)
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Pelitanusantara.com Menurut Naskah Mertasinga, awal mula perseteruan antara Amangkurat I dan Panembahan Girilaya adalah karena sakit hati Amangkurat atas kelakuan Cirebon, ia sakit hati karena Cirebon setengah hati berpihak pada Mataram terbukti dari kelakuan Cirebon yang melindungi para pelarian Mataram.

Mataram yang waktu itu sudah menjadi sekutu Belanda, meminta bantuan Belanda untuk membawa Panembahan Girilaya ke Mataram, misi penjembuatan Raja Cirebon ke Mataram itu dipimpin oleh seorang Kapten Belanda bernama Kapten Etal.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Kapten Etal membujuk Panembahan Girilaya agar mau menghadap mertuanya di Mataram disertai dengan dua orang Puteranya, Panembahan Girilaya kemudian berangkat ke Mataram dengan menggunakan Kapal laut. Sementara para pembesar Cirebon lainnya menyusul menggunakan jalan darat.

Sampai di Mataram hal yang tak terduga-duga kemudian terjadi, Panembahan Girilaya ditahan disana, Pada mulaya Amangkurat I berniat membunuh Panembahan Girilaya, akan tetapi karena takut terhadap resiko diserang Cirebon dan Banten, Amangkurat I kemudian membunuhnya dengan jalan halus yaitu dibunuh dengan jalan diguna-guna.

Ketika para Pembesar Cirebon yang melalui perjalanan darat isampai ke Mataram mereka mendapati Rajanya sudah sakit parah sehingga tidak beberapa lama kemudian Panembahan Girilaya wafat dan kemudian dimakamkan di Girilaya. Selepas Panembahan Girilaya wafat kedua anaknya yang masih kecil di tahan oleh Mataram, dikemudian hari dengan segala upaya Cirebon membebaskan kedua putra mahkota itu dari sekapan Mataram.

[÷]