Penjelasan Kepala Sekolah SDN 03 Bantar Kambing Terkait Pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Kefaspelita
IMG 20260115 WA0010
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Penjelasan Kepala Sekolah SDN 03 Bantar Kambing Terkait Pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Bogor,15 Januari 2026  — Menindaklanjuti pemberitaan Pelita Nusantara tertanggal 6 Januari 2026 mengenai pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pihak SDN 03 Bantar Kambing menyampaikan penjelasan resmi sebagai bentuk klarifikasi kepada publik yang disampaikan pada Jumat (10/01)

Kepala Sekolah SDN 03 Bantar Kambing, Dr. Nina Krisna Ramdhani, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa pihak sekolah telah menyampaikan informasi terkait pelaksanaan MBG kepada Komite Sekolah sebagai bagian dari mekanisme komunikasi internal.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

“Kami sudah menyampaikan informasi MBG kepada komite sekolah,” ujar Dr. Nina Krisna Ramdhani, S.Pd., M.M., saat pertemuan dengan wartawan media nasional PN.

Menurut Kepala Sekolah, pendistribusian MBG selama masa libur sekolah tetap mengikuti ketentuan dan jadwal dari pihak penyedia layanan. Informasi yang disampaikan kepada orang tua siswa melalui grup WhatsApp kelas difokuskan pada jenis makanan yang diterima oleh siswa.

Terkait pertanyaan orang tua mengenai jumlah porsi, frekuensi pendistribusian, serta kepastian apakah MBG pada tanggal 6 Januari 2026 merupakan satu-satunya distribusi selama masa libur sekolah (22 Desember 2025 hingga 9 Januari 2026), pihak sekolah menyampaikan bahwa informasi teknis tersebut berada dalam kewenangan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) atau pihak dapur penyalur MBG.

Oleh karena itu, pihak sekolah menyarankan agar klarifikasi lebih lanjut dilakukan langsung kepada SPPG sebagai pelaksana teknis program, guna memperoleh penjelasan yang lebih rinci dan menyeluruh.

Dr. Nina menegaskan bahwa SDN 03 Bantar Kambing mendukung penuh Program MBG sebagai program nasional strategis yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi peserta didik, serta terbuka terhadap evaluasi demi perbaikan koordinasi dan transparansi ke depan.

“Kami berharap komunikasi antara sekolah, penyedia MBG, dan orang tua siswa dapat terus ditingkatkan agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ujarnya.


Reporter: Briston
Media: Pelita Nusantara