Wisuda ke-40 STT IKAT Jakarta Jadi Tonggak Lahirnya Pemimpin Berkarakter dan Berdampak
Jakarta – Suasana penuh syukur dan kebanggaan menyelimuti pelaksanaan Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 Sekolah Tinggi Teologia IKAT (STT IKAT) Jakarta yang berlangsung di Auditorium Lemigas, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Momentum ini menjadi semakin istimewa karena bertepatan dengan perjalanan empat dekade STT IKAT dalam mengabdi bagi dunia pendidikan, gereja, dan masyarakat Indonesia.
Sebanyak 175 lulusan dari jenjang Sarjana, Magister, hingga Doktor resmi dikukuhkan dalam prosesi akademik yang berlangsung khidmat. Para wisudawan berasal dari berbagai program studi, antara lain Teologi, Pendidikan, dan Kepemimpinan yang selama ini menjadi pilar utama pengembangan akademik kampus tersebut.
Mengusung tema “Sungguh-sungguh Berusaha Menambahkan kepada Imanmu”, wisuda kali ini tidak hanya menjadi seremoni kelulusan, tetapi juga peneguhan panggilan bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan nyata, baik di lingkungan gereja, pemerintahan, dunia pendidikan, maupun masyarakat luas.
Selama 40 tahun berdiri, STT IKAT Jakarta telah melahirkan ribuan alumni yang kini tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Menariknya, kontribusi para alumni tidak terbatas pada pelayanan gerejawi semata. Banyak lulusan yang berhasil menorehkan kiprah sebagai akademisi, birokrat, anggota legislatif, kepala daerah, hingga pemimpin organisasi kemasyarakatan.
Ketua STT IKAT Jakarta, , dinilai berhasil menjaga kesinambungan kualitas akademik lembaga tersebut. Di bawah kepemimpinannya, STT IKAT terus memperkuat reputasi sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga aktif menjalankan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program sosial dan pendidikan.
Sidang terbuka wisuda dipimpin oleh yang menandai dimulainya prosesi pengukuhan para lulusan. Kehadiran tokoh nasional tersebut menjadi simbol penting bahwa pendidikan teologi memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa yang berlandaskan nilai moral, integritas, dan kebangsaan.
Dalam orasi ilmiahnya, mengingatkan para lulusan agar terus menjaga integritas dan nama baik almamater. Ia menegaskan bahwa keberhasilan akademik harus diikuti dengan tanggung jawab moral untuk menghadirkan perubahan positif di tengah masyarakat.
Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks membutuhkan sosok-sosok pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan keteguhan nilai dalam menjalankan tugas serta pengabdian.
Salah satu momen yang mendapat perhatian dalam wisuda tahun ini adalah keberhasilan menyelesaikan studi doktoralnya. Tokoh muda asal Pegunungan Arfak tersebut berhasil menuntaskan pendidikan yang sempat tertunda akibat kesibukannya menjalankan amanah sebagai kepala daerah.
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan merupakan proses yang tidak mengenal batas usia maupun jabatan. Semangat untuk terus belajar dan mengembangkan kapasitas diri menjadi teladan yang relevan bagi generasi muda Indonesia.
Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan tinggi, STT IKAT Jakarta terus menunjukkan konsistensinya dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Melalui perpaduan antara penguatan akademik, pembinaan karakter, dan pengabdian sosial, kampus ini berupaya melahirkan lulusan yang tidak hanya siap bersaing, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi bangsa.
Wisuda ke-40 ini sekaligus menjadi refleksi perjalanan panjang STT IKAT Jakarta dalam mencetak generasi pemimpin yang memiliki kompetensi, integritas, serta komitmen pengabdian. Dari ruang kuliah hingga medan pelayanan dan pembangunan, para lulusan diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai kebaikan bagi Indonesia.
Jurnalis: Romo Kefas
Editor: Tim Redaksi













