Tony Eka Candra ‘Gebrak’ Kampus, Ajak Mahasiswa Unila Jadi Garda Depan Perangi Narkoba!

Kefaspelita
IMG 20251111 WA0002
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Bandar Lampung – Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Provinsi Lampung, Tony Eka Candra, membuat gebrakan dengan menyambangi langsung mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila) pada Senin (10/11/2025). Kedatangannya bukan sekadar silaturahmi, tapi untuk membakar semangat para mahasiswa agar menjadi garda depan dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba (P4GN).

Bertempat di Graha Karya, Tony yang didampingi jajaran pengurus DPD GRANAT Lampung, berdiskusi hangat dengan perwakilan mahasiswa FISIP Unila, di antaranya Rachel Aulia Az-Zahra, Nia Angelina, Maudy Aprilica, Ruth Stevy Tobing, dan Abyas Fachri Efendi.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Dalam suasana penuh kekeluargaan, Tony yang juga Bendahara DPD Partai Golkar Lampung ini, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi Indonesia yang sudah mencapai status “Bencana Narkoba”.

“Indonesia ini sasaran empuk bandar narkoba internasional! Setiap tahun, 18 ribu nyawa melayang sia-sia karena narkoba. Ini bukan lagi darurat, tapi bencana!” tegas Tony dengan nada bersemangat.

Tony memaparkan data yang mencengangkan: jenis narkoba yang paling banyak disalahgunakan adalah ganja, ekstasi, dan sabu, dengan target utama adalah pelajar, mahasiswa, dan pekerja usia produktif. Di Lampung sendiri, terdapat 128.529 jiwa penyalahguna narkoba, dan 22% di antaranya adalah para pelajar dan mahasiswa.

“Generasi muda adalah aset bangsa! Jangan sampai masa depan mereka hancur karena narkoba,” seru Tony.

Strategi Ampuh P4GN: 4 Jurus Tony Eka Candra

Pemegang sabuk hitam DAN VII Karateka ini tak hanya memberikan keprihatinan, tapi juga menawarkan solusi konkret. Tony membeberkan 4 jurus ampuh dalam strategi P4GN:

1. Preemtif (Cegah Dini): Gempur masyarakat dengan informasi bahaya narkoba melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE).
2. Preventif (Bentengi Negara): Perketat pengawasan di semua jalur masuk narkoba, libatkan masyarakat sebagai mata dan telinga aparat.
3. Represif (Sikat Habis Bandar): Tegakkan hukum sekeras-kerasnya! Hukuman mati pantas bagi produsen, sindikat, dan bandar narkoba.
4. Rehabilitasi (Selamatkan Korban): Pulihkan pecandu narkoba melalui rehabilitasi medis, psikis, dan sosial yang terpadu.

“Para bandar narkoba itu musuh negara, musuh bangsa, musuh umat manusia! Hukum mati mereka agar jera!” tegas Tony dengan nada berapi-api.

Tony meyakini, dengan 4 jurus ini, ditambah dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, Indonesia bisa bebas dari narkoba.

“Pemberantasan narkoba bukan hanya tugas pemerintah dan aparat, tapi tanggung jawab kita bersama! Mari kita bersatu padu wujudkan Indonesia sehat dan bebas narkoba!” pungkas Ketua DPC Organda Bandar Lampung ini.

Isbah Cholib