Posyandu di Perbatasan Jadi Wujud Pengabdian TNI, Yonarmed 12 Kostrad Perkuat Sinergi Demi Kesehatan Ibu dan Anak

IMG 20260626 WA0194
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Posyandu di Perbatasan Jadi Wujud Pengabdian TNI, Yonarmed 12 Kostrad Perkuat Sinergi Demi Kesehatan Ibu dan Anak

Belu – Wajah pengabdian prajurit TNI di wilayah perbatasan tidak hanya tampak saat menjaga keamanan negara. Di balik tugas pengamanan yang berlangsung selama 24 jam, personel Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad juga aktif mendukung program-program kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan balita di wilayah perbatasan Kabupaten Belu.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Bertempat di Dusun Asulait, Desa Sarabau, Kecamatan Tasifeto Timur, personel Pos Asulait bersinergi dengan tenaga medis Puskesmas Wedomu menggelar kegiatan Posyandu sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan yang membutuhkan perhatian sejak dini.

Kegiatan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemberian vitamin, hingga edukasi mengenai pentingnya pola hidup sehat bagi keluarga. Seluruh layanan diberikan untuk memastikan kondisi kesehatan ibu dan anak terus terpantau secara berkala.

Di kawasan perbatasan, akses terhadap layanan kesehatan masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat. Karena itu, kehadiran Posyandu menjadi salah satu sarana penting untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemeriksaan rutin.

Personel Satgas Pamtas tidak hanya membantu kelancaran kegiatan, tetapi juga aktif memberikan motivasi kepada masyarakat agar memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia. Pendekatan persuasif tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah binaan.

Danpos Asulait, Serma Siswanto, menegaskan bahwa kesehatan ibu dan anak merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, Satgas Pamtas akan terus mendukung berbagai program pelayanan masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan warga di perbatasan.

Kolaborasi antara TNI dan tenaga kesehatan menunjukkan bahwa pembangunan di wilayah terdepan membutuhkan kerja sama lintas sektor. Ketika seluruh unsur bergerak bersama, pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif sekaligus mempercepat peningkatan kualitas hidup warga.

Bagi masyarakat Desa Sarabau, kegiatan tersebut bukan hanya menghadirkan layanan kesehatan, tetapi juga memperlihatkan bahwa negara benar-benar hadir melalui sinergi berbagai institusi. Kehadiran prajurit di tengah aktivitas Posyandu menciptakan rasa aman sekaligus mempererat hubungan emosional dengan masyarakat.

Program seperti ini menjadi bagian dari implementasi pembinaan teritorial yang dijalankan Yonarmed 12 Kostrad. Selain menjaga keamanan perbatasan, para prajurit juga mengambil bagian dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pelayanan kesehatan dan kegiatan sosial lainnya.

Di garis terdepan Indonesia, pengabdian tidak selalu diwujudkan dengan mengangkat senjata. Terkadang, pengabdian hadir dalam bentuk membantu seorang ibu menjaga kandungannya tetap sehat, memastikan balita tumbuh dengan baik, dan memberi harapan kepada masyarakat bahwa mereka tidak berjalan sendiri. Melalui Posyandu di Dusun Asulait, Yonarmed 12 Kostrad membuktikan bahwa menjaga kedaulatan bangsa juga berarti menjaga kualitas kehidupan rakyatnya.

Jurnalis : Romo Kefas
Editor : Tim Redaksi