Pelitanusantara.com Di tengah-tengah penjajahan Belanda yang mengancam kedaulatan tanah air, Pangeran Sambernyawa muncul sebagai seorang pahlawan yang pemberani dan memiliki semangat juang yang tinggi. Ia berjuang melawan penjajahan Belanda dengan gigih, memimpin pasukan Keraton Surakarta untuk mengalahkan musuh dan mempertahankan kedaulatan tanah air.
Kehidupan Awal
Pangeran Sambernyawa lahir di Keraton Surakarta pada tahun 1726, di tengah-tengah kemegahan dan keagungan keraton. Namun, ia tidak hanya menikmati kemewahan dan kekuasaan, tetapi juga memiliki semangat juang yang tinggi dan keinginan untuk membela tanah air. Ia dididik dalam ilmu perang dan politik, sehingga ia menjadi seorang yang terampil dan berpengalaman dalam memimpin pasukan.
Motto Tiji Tibèh
Pangeran Sambernyawa memiliki motto yang terkenal, yaitu “Tiji Tibèh”, yang berarti “mati siji, mati kabèh; mukti siji, mukti kabèh” (gugur satu, gugur semua; sejahtera satu, sejahtera semua). Motto ini menjadi semangat bagi pasukannya untuk berjuang bersama-sama dan tidak menyerah dalam menghadapi musuh.
Perjuangan Melawan Belanda
Pangeran Sambernyawa mulai berjuang melawan penjajahan Belanda pada tahun 1740-an, ketika Belanda mulai mengancam kedaulatan Keraton Surakarta. Ia memimpin pasukan Keraton Surakarta untuk mengalahkan Belanda dalam beberapa pertempuran, dan berhasil mempertahankan kedaulatan tanah air.
“Pertempuran yang dipimpin oleh Pangeran Sambernyawa sangatlah sengit dan berdarah,” kata seorang warga sekitar yang masih mengingat cerita tentang Pangeran Sambernyawa. “Ia berjuang dengan gigih dan tidak pernah menyerah, bahkan ketika musuh sangat kuat.”
Kematian
Pangeran Sambernyawa meninggal pada tahun 1743 dalam sebuah pertempuran melawan Belanda. Ia meninggal sebagai seorang pahlawan dan dihormati oleh masyarakat Karangpandan dan Keraton Surakarta.
Petilasan Pangeran Sambernyawa: Astana Giriloyo
Setelah kematiannya, Pangeran Sambernyawa dimakamkan di Astana Giriloyo, sebuah petilasan yang terletak di Karangpandan. Astana Giriloyo menjadi tempat yang suci dan dihormati oleh masyarakat, dan banyak orang yang datang ke sini untuk berziarah dan menghormati jasa-jasa Pangeran Sambernyawa.
“Astana Giriloyo adalah tempat yang sangat suci dan dihormati oleh kami,” kata seorang warga Karangpandan. “Kami datang ke sini untuk berziarah dan menghormati jasa-jasa Pangeran Sambernyawa.”
Dengan demikian, Pangeran Sambernyawa menjadi salah satu pahlawan yang paling terkenal di Karangpandan dan Keraton Surakarta. Ia dikenal sebagai seorang yang pemberani dan memiliki semangat juang yang tinggi, serta berjuang untuk tanah air dan masyarakat. Astana Giriloyo menjadi simbol penghormatan dan rasa syukur atas jasa-jasanya. [÷]
Dari berbagai sumber disusun oleh Kefas Hervin Devananda [Romo Kefas]













