“Ngapake Bangga”, Cara Purbalingga Pantau Program Stunting di Fasyankes

Kefaspelita
5
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

PURBALINGGA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purbalingga meluncurkan aplikasi untuk memantau dan mengukur, pencapaian kinerja intervensi spesifik program stunting di setiap unit pelayanan. Namanya, Nganggo Alat Pantau Sistem Kinerja Intervensi Spesifik Program Stunting Purbalingga alias Ngapake Bangga.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Jusi Febrianto menjelaskan, Ngapake Bangga menjadi alat bantu manajemen, berisi standar kinerja dan kriteria verifikasi, untuk memantau proses peningkatan kualitas pelayanan.

“Aplikasi ini juga bertujuan untuk membantu Puskesmas dan Rumah Sakit untuk mencapai kinerja tertentu, yang memiliki daya ungkit untuk perbaikan kinerja dan penurunan angka prevalensi stunting,” kata Jusi, di Operation Room Graha Adiguna, Kompleks Pendopo Dipokusumo Purbalingga, Rabu (30/10/2024).

Ditambahkan, pihaknya berharap setiap puskesmas dapat mengukur kinerja penanganan stunting di sekolah, posyandu, dan perusahaan di wilayahnya. Sementara, pemantauan dan pengukuran penurunan prevalensi stunting di organisasi perangkat daerah (OPD), rumah sakit, dan puskesmas, menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan Purbalingga.

Jusi melanjutkan, pemanfaatan aplikasi tersebut merupakan bagian dari proses peningkatan mutu yang berkelanjutan, dengan cara menganalisis praktik yang sedang berjalan, untuk menemukan inefisiensi dan menghilangkannya.

“Praktik ini mencoba memperbaiki proses bisnis yang ada, dimulai dari perubahan kecil untuk menyesuaikan alur, hingga perubahan besar yang berupa terobosan yang mendorong inovasi,” lanjutnya.

Lebih lanjut, selain Ngapake Bangga, pihaknya juga meluncurkan Sistem Informasi Pengelolaan Arsip Terintegrasi alias Sinar. Aplikasi tersebut diharapkan dapat memberikan pelayanan administrasi yang akuntabel.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Purbalingga Suroto, mewakili Plt Bupati Purbalingga, menjelaskan, peluncuran dua aplikasi itu adalah bagian dari komitmen Pemkab Purbalingga, untuk mengupayakan peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan penurunan angka stunting. Ia berharap upaya tersebut dapat berdampak pula di tingkat provinsi dan pusat.

“Dengan sinergi antara Ngapake Bangga dan Sinar, diharapkan proses penanganan stunting dapat dipantau dengan lebih efektif dan terstruktur, serta pengelolaan data menjadi lebih terintegrasi, efisien, dan akurat,” kata dia.[÷]