Kisah Kelam di Balik Tembok Batavia: Pembantaian Etnis Tionghoa yang Mengguncang Jawa

IMG 20250525 WA0025
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Pelitanusantara.com Pada tanggal 9 Oktober 1740, Batavia (sekarang Jakarta) menjadi saksi bisu dari sebuah peristiwa kelam dalam sejarah Indonesia, yaitu pembantaian etnis Tionghoa di Batavia. Peristiwa ini merupakan salah satu contoh kekerasan etnis yang paling kejam dalam sejarah Indonesia.

Menurut Ricklefs (2008), pembantaian ini dimulai ketika Gubernur Jenderal Adriaan Valckenier memerintahkan pasukan Belanda untuk menyerang dan membantai etnis Tionghoa di Batavia [1]. Pasukan Belanda kemudian melakukan pembantaian brutal terhadap etnis Tionghoa, termasuk wanita dan anak-anak.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Menurut catatan sejarah yang ditulis oleh Blussé (2002), pembantaian ini berlangsung selama beberapa hari, dan diperkirakan bahwa sekitar 10.000 orang Tionghoa tewas [2]. Banyak etnis Tionghoa yang dibantai, termasuk mereka yang tidak memiliki hubungan dengan pemberontakan yang diduga oleh Belanda.

Pembantaian ini juga dilaporkan oleh seorang saksi mata bernama Valentijn (1726), yang menulis bahwa “pembantaian ini sangat kejam dan tidak manusiawi, dan banyak etnis Tionghoa yang dibantai tanpa alasan yang jelas” [3].

Dampak dari pembantaian ini sangat besar, banyak etnis Tionghoa yang melarikan diri dari Batavia dan mencari perlindungan di tempat lain. Pembantaian ini juga memperburuk hubungan antara etnis Tionghoa dan Belanda di Indonesia.

Menurut Kumar (2014), pembantaian ini merupakan contoh kekerasan etnis yang paling kejam dalam sejarah Indonesia, dan memiliki dampak yang besar pada masyarakat Indonesia [4].

Dengan demikian, pembantaian etnis Tionghoa di Batavia merupakan contoh penting dari kekerasan etnis dalam sejarah Indonesia yang perlu diingat dan dipelajari untuk mencegah terjadinya kekerasan serupa di masa depan.

Referensi:

[1] Ricklefs, M. C. (2008). A History of Modern Indonesia Since c. 1200. Palgrave Macmillan.

[2] Blussé, L. (2002). Bitter Bonds: A Colonial Divorce Drama of the Seventeenth Century. Markus Wiener Publishers.

[3] Valentijn, F. (1726). Oud en Nieuw Oost-Indiën. Joannes van Braam.

[4] Kumar, A. (2014). Java and Modern Europe: Ambiguous Encounters. Routledge.