BELAJAR MENGASIHI SESAMA
Kita semua pasti tahu wujud kepiting, tapi tak banyak yang tahu sifat dari kepiting yang suka iri hati.
Di Filipina, masyarakat pedesaan gemar sekali menangkap dan memakan kepiting sawah. Kepiting itu ukurannya kecil, tapi rasanya cukup lezat. Kepiting-kepiting itu dengan mudah ditangkap di malam hari, lalu dimasukkan ke dalam baskom tanpa harus diikat. Esok harinya, kepiting-kepiting itu akan direbus dan dimasak, lalu disantap untuk lauk selama beberapa hari.
Yang paling menarik dari kebiasaan ini, kepiting-kepiting itu selalu berusaha untuk keluar dari baskom sekuat tenaga dengan menggunakan capitnya yang kuat. Tapi seorang penangkap yang berpengalaman selalu tenang, meskipun hasil buruannya selalu berusaha meloloskan diri, karena si penangkap tahu betul sifat kepiting.
Bila ada kepiting yang hampir meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan menariknya lagi kembali ke dasar. Jika ada lagi yang naik dengan cepat ke mulut baskom, lagi-lagi temannya akan menariknya turun dan begitu seterusnya, sampai akhirnya tak ada yang berhasil keluar.
Begitu pula dalam kehidupan, tanpa sadar kita juga seperti kepiting-kepiting itu. Seharusnya bergembira jika teman atau saudara kita mengalami kesuksesan, tapi ternyata kita malahan mencurigai, iri hati dan dengki.
Ciri-ciri orang yang bersifat seperti kepiting:
- Selalu mengingat-ingat kesalahan orang lain yang sudah lampau, dan selalu menilai negatif setiap tindakan yang dilakukan orang tersebut.
- Lebih suka mengkritik, mencela dan meremehkan orang lain daripada mencari solusi.
- Kurang mawas diri dan kurang bersyukur, sehingga hati selalu galau dan hidup menjadi tidak tenang.
ORANG YANG HEBAT BUKANLAH ORANG YANG PANDAI MENJATUHKAN ORANG LAIN, MELAINKAN ORANG YANG PANDAI MENGENDALIKAN DIRINYA.
“Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali lesu dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau.” — Mazmur 32:9
“Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.” — Yakobus 3:2
Selamat beraktivitas, dalam perkenan-Nya. STAY in GOD.
Jaga kesehatan, tetap semangat dan antusias.
Kiranya Tuhan Yesus melimpahkan rahmat-Nya senantiasa kepada kita semua.
Selamat menikmati divine breakthrough, divine solution, divine resolution dan divine fission.
Abah Daniel













