Kota Probolinggo, 7 September 2025 – Jangkar Pena: Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-160 Tempat Ibadah Tri Dharma (TTID) Sumber Naga, Wakapolres Probolinggo Kota, Kompol Didit Wahyu Agustyawan, S.H., M.H., menghadiri acara perayaan yang dimeriahkan dengan berbagai kegiatan positif. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Walikota Probolinggo dr. Aminuddin, Pabung Kodim 0820 Probolinggo Mayor Kav Edy Surnoto, Kasat Binmas Polres Probolinggo Kota AKP Imam Stafi’i, S.H., Ketua II TITD Sumber Naga Kota Probolinggo Erfan Sutjianto, dan para pelayan TTID Sumber Naga, Sabtu (6/9/2025) sore.

Sinergitas Polri dan Masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, Kompol Didit menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan keagamaan merupakan bagian dari pendekatan humanis dan sinergitas dengan masyarakat. “Kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-160 kepada TTID Sumber Naga. Semoga terus menjadi wadah pembinaan rohani yang kuat, dan Polri akan selalu siap mendukung kegiatan-kegiatan positif dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat,” ujar Kompol Didit.
Kegiatan Positif dalam Perayaan HUT ke-160 TTID Sumber Naga
Perayaan HUT ke-160 TTID Sumber Naga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan positif, termasuk pemberian santunan beras 3 kg kepada 2.000 warga kurang mampu dan hiburan wayang potehi yang dilaksanakan setiap hari selama 1,5 bulan penuh. Selain itu, dalam perayaan ini juga dilakukan sembahyang arwah dan pembakaran uang kertas untuk arwah yang tidak terurus.
Tradisi Sembahyang Arwah
Ketua II TTID Sumber Naga, Erfan Sutjianto, menjelaskan bahwa perayaan HUT ke-160 TTID Sumber Naga bertepatan dengan bulan tujuh tanggal 5 penanggalan Imlek. “Jadi hari ini kami melakukan sembahyang arwah pada pukul 13.00, kemudian, nanti kami lanjutkan dengan pembakaran uang kertas, untuk arwah-arwah yang tidak terurus,” jelas Erfan.
Erfan juga menambahkan bahwa dalam sembahyang arwah ini, mereka menyiapkan aneka sesaji untuk dewa dan para arwah, serta dupa dengan ukuran yang cukup besar sebagai simbol kedamaian dan kemakmuran. “Jadi dupa ini artinya wangi, dan damai, ini semacam simbol pengharapan,” tuturnya.
Penghormatan Arwah Leluhur dan Permohonan Kedamaian
Acara sembahyang arwah ini merupakan salah satu tradisi yang dilakukan oleh umat Klenteng Tri Dharma Sumber Naga untuk menghormati arwah leluhur dan memohon kedamaian bagi Kota Probolinggo.
Dengan demikian, perayaan HUT ke-160 TTID Sumber Naga menjadi momentum penting untuk mempererat sinergitas antara Polri dan masyarakat, serta mempromosikan kegiatan-kegiatan positif yang dapat membawa manfaat bagi masyarakat.
Jurnalis: Mhd
Editor: Irf













