Tidak Miliki Legalitas SK Dari Pusat, Hadi Susilo Minta oknum Masyarakat mengatasnamakan KIN Ditindak

IMG 20220105 WA0129
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

PANGKALPINANG-PELITANUSANTARA.COM Tokoh masyarakat Bangka Belitung, Hadi Susilo mempertanyakan legalitas pengurus Komite Investigasi Negara (KIN) diwilayah Bangka Belitung. Rabu (05/01/2022).

Hadi menduga pengurus KIN Babel tidak  memiliki SK dari Pusat.  Karena  KIN dipusat sampai  saat ini juga bermasalah alias tidak jelas keberadaannya sebagai lembaga swadaya masyarakat (LSM).

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

“Ya kapasitas mereka (Pengurus KIN Babel. red) untuk bertugas  disini seperti apa, SK mereka juga tidak jelas. Jadi, tolong lah jangan ngerameng.” ungkap Hadi.

Ia juga meminta pihak Kesbangpol Babel untuk menindak LSM KIN Babel jika terbukti tidak memiliki legalitas.

“Jika mereka tidak  terdaftar dan tidak mempunyai SK dari Pusat, tolong  ditindak. Jangan dibiarkan LSM seperti KIN Babel ini berkeliaran menakut-nakuti masyarakat. Karena untuk apa mereka didirikan disini, jika keberadaan Pengurus KIN Babel ini sering membuat gaduh.”ungkap dia.

Sebelumnya Komite Investigasi Negara (KIN) yang menggunakan logo mirip BIN (Badan Intelijen Negara) ini sempat viral karena sudah menjual nama beberapa jenderal sebagai Anggota Dewan Kehormatan KIN.

Diantaranya Jenderal TNI Purn Wismoyo Arismunandar, Letjen TNI Purn Sony Suwarsono, Letjen TNI Purn M Yasin serta Letjen TNI Purn Suryo Prabowo.

Atas kejadian ini,  mantan Wakil Kepala Staf TNI AD Letjen TNI Purn Suryo Prabowo ini sempat menyampaikan klarifikasi melalui akun Facebooknya bahwa berita yang terkait dengan organisasi KIN tersebut adalah HOAX, dan pembuatnya diperkirakan berkeinginan “men-saracen-kan” saya beserta Purnawirawan TNI lainnya yang ada dalam daftarnya KIN.

“Bila diantara teman-temanku nantinya ada yang didatangi orang yang mengatas-namakan KIN, mohon orang tersebut diserahkan baik-baik kepada aparat Polri terdekat.”tulis Eks Wakil Kepala Staf TNI AD Letjen TNI Purn Suryo Prabowo dalam klarifikasinya. Selasa (29/08)