Tanggapan Positif Tim Advokasi Amicus Terpilihnya Ketua MA RI yang Baru

Hukum,Pelitanusantara.com | Terpilih Ketua MA, Dr H. Muhammad Syarifuddin SH MH mendapatkan respon positif dari Komunitas Advokat. Johan Imanuel dari Tim Advokasi Amicus menyampaikan pertama-tama Selamat atas terpilihnya Ketua MA RI yang Baru Periode Tahun 2020-2025.

Kedua, tentunya harapan dari semua kalangan bahwa Ketua MA RI yang baru akan selalu mengedepankan independensi dan integritas di seluruh Lingkup MA RI; Ketiga tentunya Ketua MA RI yang baru dapat menjawab berbagai macam tantangan ataupun yang timbul dalam era digitalisasi saat ini. Kita ketahui bersama bahwa pelaksanaan E-court bagi pihak yang bersengketa belum berjalan sempurna sehingga harus disempurnakan benar-benar E-court (Secara Elektronik) termasuk dalam kondisi saat ini di tengah Covid 19 menjadi Pandemik. Kemudian tantangan berikutnya bahwa MA harus menegaskan segala peraturan perundang-undangan terkait hukum acara seperti implementasi Pembatasan Paralegal di persidangan harus tegas sesuai dengan Putusan MA No 22P/HUM/2018 dan harus berlaku di seluruh peradilan.
Ketiga, dapat memperkuat pengawasan atas kode etik Para Hakim dan seluruh perangkat di Seluruh Pengadilan agar dapat bekerja taat hukum dan sesuai dengan sumpah jabatan.

Terakhir, khusus bagi kalangan Advokat, sudah saatnya MA RI meninjau kembali Surat Ketua Mahkamah Agung Nomor 73/KMA/HK.01/IX/2015, tanggal 25 September 2015 tentang Penyumpahan Advokat (SKMA 73/2015) merujuk
pada UU Advokat beserta Putusan Mahkamah Konstitusi No 014/PUU/IV/2006 juncto Nomor 035/PUU-XVI/2018 karena sejatinya Pasal 28 ayat (1) UU Advokat sesungguhnya telah selesai dan telah dipertimbangkan secara tegas oleh Mahkamah, yakni Peradi yang merupakan singkatan (akronim) dari Perhimpunan Advokat Indonesia sebagai organisasi advokat yang merupakan satu-satunya wadah profesi advokat yang memiliki wewenang sebagaimana ditentukan dalam UU Advokat untuk menjalankan delapan kewenangan organisasi. Sehingga seharusnya ditegaskan penyumpahan Advokat hanya merupakan kewenangan PERADI sebagai wadah tunggal Organisasi Advokat. (Pelitanusantara.com)

Oleh : Johan Imanuel,SH –  Inisiator Tim dari Tim Advokasi Amicus 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *