Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: ”Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Tuhan Yesus! Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian Amin. (Wahyu 22:20-21 TB)
Pelitanusantara.com Ungkapan ini harus dipahami secara lengkap. Dalam konteksnya, Paulus tidak menujukan kutukan ini kepada orang atau kelompok tertentu karena kalimat ini bermakna kategorial dan bukan pribadi.
Konsekuensi terkutuk yang disampaikan Paulus sebaiknya melihatnya dengan kacamata perjanjian/covenant antara Allah dengan manusia. Tentu dalam sebuah perjanjian dibutuhkan loyalitas dari seorang yang ada didalamnya.
Dalam konteks Perjanjian Allah dengan Manusia didalamnya termuat berkat dan kutuk [dalami kitab Ulangan]. Dari argumentasi ini sangat jelas bisa dipahami bahwa Paulus tidaklah sedang mengkutuki atau menghakimi orang lain melainkan mengingatkan manusia akan adanya perjanjian dengan Allah.
DATANGLAH KERAJAAN-MU
Dalam DOA BAPA KAMI, Yesus sudah memasukkan semangat akan kedatangan-Nya yaitu agenda kerajaan surga.
Dari sini bisa kita melihat bahwa kedatangan-Nya kembali ada inisiatif Allah, bukan hanya pribadi-Nya melainkan kerajaan-Nya. Allah memiliki agenda utama atas bumi ini, sudah di mulai sejak awal penciptaan hingga kejatuhan manusia ke dalam dosa dan dilanjutkan dengan inkarnasi Allah melalui Kristus Yesus sebagai manusia dalam menuntaskan agenda keselamatan. Hal ini tidak berhenti, karena Allah yang ada di dalam Yesus sudah berjanji akan datang kembali. MARANATHA.[R_KFS74D]
Sapaan Gembala: Pdt. Andy Markus













