Sekretaris PW PGLII Jawa Barat: Gereja Harus Adaptif Tanpa Kehilangan Nilai Kebenaran

IMG 20260518 092842
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Sekretaris PW PGLII Jawa Barat: Gereja Harus Adaptif Tanpa Kehilangan Nilai Kebenaran

Bandung, 18 Mei 2026 — Pasca berakhirnya Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Kota Bandung Periode 2025–2029, Sekretaris PW PGLII Provinsi Jawa Barat, Pdt. Ricardo R. J. Palijama, menyampaikan pesan penting terkait arah pelayanan gereja di tengah perkembangan zaman yang terus berubah.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Dalam wawancara bersama tim media usai seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan di GKKI COCCC Bandung Textile Center, Kota Bandung, ia menegaskan bahwa gereja harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan dasar kebenaran firman Tuhan.

Menurutnya, tantangan pelayanan saat ini semakin kompleks, terutama dengan berkembangnya teknologi digital, perubahan pola hidup masyarakat, hingga persoalan generasi muda yang membutuhkan perhatian serius dari gereja.

“Gereja harus mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi jangan sampai kehilangan nilai-nilai kebenaran dan panggilan rohaninya,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa pelaksanaan Rakerda PGLII Kota Bandung menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi pelayanan antar gereja dan lembaga Injili agar pelayanan dapat berjalan lebih efektif dan berdampak.

Menurutnya, pelayanan gereja tidak bisa lagi berjalan secara individual, tetapi membutuhkan kolaborasi, komunikasi yang sehat, dan semangat kebersamaan.

“Kalau gereja mau berjalan bersama, saling mendukung, dan membangun komunikasi yang baik, maka pelayanan akan menjadi lebih kuat,” tegasnya.

Pdt. Ricardo R. J. Palijama juga menyoroti pentingnya pelayanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Ia menilai gereja harus hadir bukan hanya melalui ibadah dan kegiatan internal, tetapi juga melalui pelayanan sosial, pembinaan generasi muda, penguatan keluarga, serta pelayanan digital yang mampu menjangkau masyarakat luas.

“Hari ini gereja dituntut untuk lebih terbuka dan hadir secara nyata di tengah masyarakat,” katanya kepada tim media.

Selain itu, ia memberikan pesan kepada para pengurus baru PD PGLII Kota Bandung yang telah dilantik dan ditahbiskan dalam rangkaian Rakerda.

Menurutnya, pengurus gereja harus mampu menjaga integritas pelayanan dan menjadi teladan dalam membangun persatuan tubuh Kristus.

“Pengurus harus melayani dengan hati yang benar, menjaga kekompakan, dan mengutamakan kepentingan pelayanan di atas kepentingan pribadi,” ungkapnya.

Ia juga berharap seluruh program kerja yang telah dirumuskan dalam sidang pleno dapat dijalankan secara konsisten dan memberi dampak positif bagi gereja maupun masyarakat Kota Bandung.

Program-program tersebut diarahkan pada penguatan pembinaan rohani, pelayanan masyarakat, penginjilan, kaderisasi generasi muda, hingga pengembangan pelayanan berbasis media dan teknologi informasi.

Di akhir wawancara, Pdt. Ricardo R. J. Palijama mengajak seluruh gereja anggota PGLII untuk terus memperkuat persekutuan doa dan menjaga semangat persaudaraan dalam pelayanan.

Menurutnya, pelayanan yang kuat akan lahir ketika gereja tetap berjalan dalam kasih, kesatuan, dan komitmen bersama untuk melayani Tuhan.

“Kesatuan gereja adalah kekuatan pelayanan. Dari kebersamaan itulah gereja dapat menghadirkan dampak yang besar bagi masyarakat,” pungkasnya.

(Jurnalis: Tim)