SEJARAH SOTO

Pedagang Soto Di Hindia Belanda Dengan Pikulan Bambu Awal Abad Ke 20. Sumjatimtimes P5f2851d03611f183
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Pelitanusantara.com Gambaran seorang penjual “Soto” yang berjualan dengan cara khas menggunakan “Pikulan”.

Penjual soto di masa lalu memiliki kisah yang menarik dan sarat akan sejarah.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Pada masa penjajahan Belanda, soto telah menjadi makanan yang sangat populer di Indonesia.

Penjual soto di masa lampau biasanya menggunakan peralatan sederhana dan tradisional. Mereka juga dikenal dengan kebiasaan unik, seperti menyajikan soto dengan sendok bebek. Pada tahun 1900-an, penjual soto di Surabaya, misalnya, sering terlihat membawa “pikulan” besar yang berisi mangkuk-mangkuk soto.

Mereka berkeliling dari satu tempat ke tempat lain untuk menjual soto kepada pelanggan.

Sejarah
Soto awalnya terinspirasi dari kuliner Cina pada abad ke-19. Imigran Cina membawa hidangan yang dikenal sebagai “Cau Do” atau “Jao To”, yang berarti jeroan berempah.

Hidangan ini kemudian beradaptasi dengan selera lokal di pesisir utara Jawa, seperti di Semarang, Pekalongan, dan Kudus.

Awalnya, soto menggunakan jeroan babi, namun seiring waktu dan karena mayoritas penduduk Nusantara adalah Muslim, bahan tersebut diganti dengan daging ayam, sapi, atau kerbau, sesuai dengan hukum dan budaya setempat. Soto kemudian menyebar ke berbagai daerah di Indonesia, di mana setiap daerah menambahkan ciri khasnya sendiri, menghasilkan variasi seperti soto Madura, soto Kudus, soto Banjar, soto Lamongan, dan lainnya.

Hingga kini, soto tetap menjadi hidangan yang sangat populer di Indonesia, sering disajikan dengan nasi, lontong, atau mie, serta dilengkapi dengan berbagai pelengkap seperti kerupuk, sambal, dan emping.

Meskipun teknologi dan gaya hidup telah berubah, kisah penjual soto masa lampau tetap menjadi bagian penting dari sejarah kuliner Indonesia. Mereka adalah simbol dari kerja keras dan keberanian dalam menjaga tradisi kuliner yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

#