Ronggolawe: Ketika Loyalitas Berubah Jadi Pemberontakan, Sebuah Drama di Panggung Majapahit

Kefaspelita
1759821012244
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Pelitanusantara.com Bayangkan sebuah kerajaan yang baru saja bangkit dari abu peperangan, Majapahit. Di tengah gemerlapnya kejayaan, tersembunyi bara api yang siap membakar. Ronggolawe, atau yang bernama asli Mpu Ronggolawe, sang ksatria yang gagah berani, adalah salah satu tokoh penting di balik berdirinya kerajaan tersebut. Namun, takdir berkata lain. Sebuah keputusan raja mengubah loyalitasnya menjadi pemberontakan, mengantarkannya pada akhir yang tragis. Kisah Ronggolawe bukan sekadar catatan sejarah, melainkan drama epik tentang ambisi, keadilan, dan harga sebuah keyakinan. Mari selami lebih dalam kisah pemberontakan yang mengguncang Majapahit ini.

Sang Putra Wiraraja: Latar Belakang yang Membentuk Karakter

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Ronggolawe (Mpu Ronggolawe) lahir dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga Arya Wiraraja, seorang tokoh kunci yang jasanya tak ternilai dalam pendirian Majapahit. Arya Wiraraja, yang memiliki nama lain Rangga Lawe, bukan hanya seorang politisi ulung yang lihai mengatur strategi, tetapi juga seorang nayaka (pejabat tinggi) yang disegani. Ia dikenal karena kecerdasannya dalam berdiplomasi dan kemampuannya dalam memimpin wilayah Madura sebagai penguasa bawahan Majapahit. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Arya Wiraraja diutus untuk membantu Raden Wijaya dalam membuka wilayah yang kelak menjadi pusat pemerintahan Majapahit

Meskipun sumber sejarah tidak memberikan informasi detail mengenai ibu dan saudara Ronggolawe, dapat diasumsikan bahwa Ronggolawe tumbuh dalam suasana keluarga bangsawan yang kental dengan tradisi kepemimpinan dan militer. Didikan dari sang ayah, Arya Wiraraja, tentu memiliki pengaruh besar dalam membentuk karakter Ronggolawe menjadi sosok yang berani, tegas, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Garis keturunan Arya Wiraraja memberikan Ronggolawe posisi yang istimewa di awal berdirinya kerajaan. Ia adalah bagian dari elite, namun menyimpan bara ketidakpuasan yang kelak akan meledak.

Api Konflik: Nambi dan Kekecewaan Ronggolawe

Pemicu pemberontakan Ronggolawe (Mpu Ronggolawe) adalah pengangkatan Nambi sebagai patih amangkubhumi (perdana menteri) oleh Raden Wijaya. Ronggolawe, yang tercermin dalam Kidung Ronggolawe, merasa bahwa posisi tersebut lebih pantas diberikan kepada Lembu Sora, seorang tokoh yang lebih berpengalaman dan berjasa dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Keputusan Raden Wijaya ini dianggap sebagai bentuk pengkhianatan terhadap jasa-jasa para pejuang lama, dan Ronggolawe merasa terpanggil untuk menegakkan keadilan.

Jalannya Pemberontakan: Pertempuran Berdarah dan Akhir yang Tragis

Kekecewaan Ronggolawe (Mpu Ronggolawe) memuncak menjadi pemberontakan terbuka. Ia kembali ke Tuban, wilayah kekuasaannya, dan mengumpulkan pasukan untuk menantang kekuasaan Majapahit. Pertempuran sengit terjadi di daerah Tuban, dan Kidung Ronggolawe menggambarkan bagaimana Ronggolawe akhirnya gugur di tangan Kebo Anabrang, seorang senapati (panglima perang) Majapahit yang terkenal. Kematian Ronggolawe terjadi di sungai Tambak Beras, setelah Kebo Anabrang berhasil memisahkan Ronggolawe dari kudanya yang sakti, Nilam Umbara. Setelah mendengar kabar kematian Ronggolawe, diceritakan bahwa dua istrinya melakukan sati, sebuah tindakan pengorbanan diri yang menunjukkan kesetiaan mendalam.

Makna Politik dan Moral: Lebih dari Sekadar Pemberontakan

Pemberontakan Ronggolawe (Mpu Ronggolawe) memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar perebutan kekuasaan. Secara politik, pemberontakan ini menunjukkan adanya friksi internal dalam pemerintahan Majapahit yang baru berdiri. Hal ini mencerminkan perbedaan pandangan mengenai arah kebijakan kerajaan dan alokasi kekuasaan. Meskipun dianggap sebagai pengkhianat oleh sebagian orang, masyarakat Tuban tetap memandangnya sebagai pahlawan besar[

Secara moral, kisah Ronggolawe memunculkan pertanyaan tentang loyalitas, keadilan, dan pengorbanan. Apakah Ronggolawe seorang pengkhianat yang melanggar sumpah setia kepada raja, atau seorang pahlawan yang berjuang untuk prinsip-prinsip yang ia yakini benar? Kidung Ronggolawe memberikan perspektif yang berbeda, menggambarkan Ronggolawe sebagai sosok yang berani dan jujur, meskipun tindakannya berujung pada kehancuran.

Warisan Ronggolawe: Inspirasi dan Peringatan

Kisah Ronggolawe (Mpu Ronggolawe) tetap relevan hingga kini. Ia adalah pengingat bahwa kekuasaan tanpa keadilan akan memicu perlawanan. Ia juga adalah inspirasi bagi mereka yang berani menyuarakan kebenaran, meskipun harus menghadapi risiko besar. Pengaruh Ronggolawe juga terasa dalam seni dan budaya Jawa, dengan banyak cerita dan pertunjukan seni yang terinspirasi oleh keberanian dan kegigihannya. Pemberontakan Ronggolawe adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah Majapahit, sebuah pelajaran berharga tentang kompleksitas manusia, politik, dan moralitas[__LINK_ICON].

Sumber Sejarah:

– Kidung Ronggolawe
– Pararaton (sebagai pembanding dan memberikan konteks peristiwa Majapahit secara umum)
– Prasasti Kudadu (memberikan informasi tentang masa-masa awal Raden Wijaya)

Disadur dari berbagai sumber Oleh Romo Kefas