Rindu yang Menyebut Nama Mama

File 000000005d0472068c2c08a64ec2338a
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Rindu yang Menyebut Nama Mama

Tuhan,
jika rindu adalah bahasa jiwa,
maka malam ini aku berbicara kepada-Mu
dengan seluruh kerinduanku pada mama.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Aku rindu.
Bukan rindu yang lewat,
bukan rindu yang bisa dihibur waktu.
Ini rindu yang menetap,
yang tumbuh di setiap ingatan,
yang muncul setiap kali aku lelah
dan ingin pulang—
namun tak lagi tahu ke mana.

Mama,
aku rindu caramu mencintai tanpa suara.
Rindu caramu hadir tanpa diminta.
Rindu masakanmu
yang selalu terasa seperti rumah,
seperti doa yang diam-diam kau titipkan
di setiap suapan.

Kini aku hidup
dengan tubuh yang dewasa
dan tanggung jawab yang panjang.
Namun di hadapan-Mu, Tuhan,
aku hanyalah anak
yang kehilangan ibunya
dan belum selesai dengan rindunya.

Ada hari-hari
ketika aku tampak baik-baik saja,
namun di dalam,
namamu terus kupanggil.
Bukan untuk memanggil pulang,
melainkan agar hatiku tetap ingat
bahwa aku pernah dicintai
dengan sepenuh jiwa.

Jika rindu ini terasa berat,
biarkan ia menjadi doa.
Jika air mata ini jatuh,
terimalah ia sebagai kesaksian
bahwa cinta seorang ibu
tidak pernah berakhir
bersama kepergiannya.

Tuhan,
peluklah mama
dengan pelukan yang tak lagi bisa kulakukan.
Jaga ia di keabadian-Mu.
Dan izinkan aku
menyimpan rinduku
sebagai kekuatan,
bukan luka.

Aku tidak meminta rindu ini dihapus.
Aku hanya ingin Engkau tahu—
setiap kali aku menyebut nama mama,
itu adalah doa paling jujur
yang pernah keluar dari hatiku.

Amin.