Jakarta – PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) menampilkan performa keuangan yang menjanjikan, dengan menargetkan pendapatan sebesar Rp38 miliar sepanjang 2025. Target ambisius ini ditopang oleh lonjakan permintaan dari proyek infrastruktur dan properti yang terus berkembang di tanah air.
Hingga kuartal III tahun ini, perseroan sudah mencatat total pendapatan usaha sebesar Rp25,89 miliar — atau lebih dari separuh target tahunan! Angka ini juga menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 30,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Rp19,84 miliar).
Kekuatan PIPA tetap terletak pada segmen pipa, yang menyumbang sebagian besar pendapatannya. Secara rinci, pendapatan dari produk pipa mencapai Rp22,69 miliar — naik 31 persen dari tahun sebelumnya (Rp17,32 miliar). Kontribusi segmen ini bahkan sedikit meningkat menjadi 87,6 persen dari total pendapatan, dari sebelumnya 87,3 persen.
“Tentu saja hal itu menunjukkan bahwa bisnis pipa masih prospektif dan menjadi penopang performa keuangan perseroan,” ujar Direktur Utama PIPA, Imanuel Kevin Mayola dalam keterangan resmi pada Rabu (12/11/2025).
Di sisi lain, Imanuel juga menekankan bahwa proses pengambilalihan saham oleh PT Morris Capital Indonesia (MCI) yang sudah memasuki tahap Penawaran Tender Wajib tidak akan mengganggu jalannya operasional bisnis. Ia yakin aksi korporasi ini akan semakin memacu PIPA untuk memberikan nilai tambah yang lebih besar kepada para pemegang saham.
Penawaran tender wajib ini muncul setelah MCI sebagai Pengendali Baru menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham (CSPA) dengan Junaedi, Hendrik Saputra, dan Nanang Saputra (Para Penjual) pada 10 Oktober 2025. Melalui perjanjian itu, MCI akan membeli sejumlah 1,5 miliar saham atau sekitar 43,78 persen saham PIPA.
(**”)













