POBSI Kutai Barat Targetkan Enam Medali Emas di Porprov Kaltim, Terkendala Fasilitas Meja Snooker

IMG 20260525 WA0083
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Kutai Barat – Pelita Nusantara | Cabang olahraga (cabor) biliar di bawah naungan Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kutai Barat terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur mendatang. Dengan target ambisius meraih enam medali emas, para atlet kini menjalani latihan intensif, rutin mengikuti turnamen, serta memperkuat mental bertanding.

Ketua POBSI Kutai Barat, Vinsen Candela, mengatakan pihaknya telah menetapkan target enam medali emas pada ajang Porprov Kaltim yang akan digelar di Kabupaten Paser.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

“Untuk target kita sendiri saat ini, kita menargetkan enam medali emas di Porprov mendatang,” ujar Vinsen Candela saat diwawancarai media Pelita Nusantara, Minggu (24/5/2026).

Untuk mencapai target tersebut, POBSI Kutai Barat terus melakukan berbagai upaya peningkatan kemampuan atlet. Salah satunya melalui program latihan rutin dan penyelenggaraan turnamen di sejumlah rumah biliar di wilayah Kutai Barat.

IMG 20260525 WA0084

Menurut Vinsen, selama beberapa bulan terakhir pihaknya cukup aktif menggelar turnamen sebagai sarana meningkatkan kemampuan teknis sekaligus pengalaman bertanding para atlet.

“Untuk meningkatkan kemampuan agar target tersebut tercapai, kami melakukan pelatihan rutin dan juga mengadakan beberapa turnamen di rumah-rumah biliar,” katanya.

Selain turnamen internal, para atlet POBSI Kutai Barat juga aktif mengikuti berbagai kejuaraan tingkat lokal maupun luar daerah guna menambah jam terbang dan memperkuat kesiapan menghadapi persaingan di Porprov.

“Atlet-atlet kita juga sudah sering mengikuti turnamen tingkat lokal maupun di luar daerah agar semakin siap menghadapi Porprov,” lanjutnya.

Terkendala Sarana Latihan

Di tengah persiapan menuju Porprov, POBSI Kutai Barat masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait keterbatasan sarana dan prasarana latihan. Salah satu kebutuhan mendesak adalah meja snooker yang hingga kini belum dimiliki.

Padahal, nomor snooker dinilai memiliki potensi besar menyumbang medali bagi Kutai Barat.

“Kendala kami saat ini adalah sarana latihan dan alat tanding, terutama meja biliar jenis snooker yang sampai hari ini belum kami miliki,” jelas Vinsen.

Selain meja snooker, keterbatasan stik biliar juga menjadi tantangan dalam proses pembinaan atlet. Menurutnya, kebutuhan perlengkapan latihan sangat penting untuk menunjang kesiapan atlet menghadapi kompetisi tingkat provinsi.

IMG 20260525 WA0082

Vinsen mengungkapkan bahwa kondisi tersebut bahkan sempat menjadi perhatian PB POBSI. Pasalnya, Kutai Barat dinilai mampu berprestasi di nomor snooker meski belum memiliki fasilitas latihan yang memadai.

“Kami sempat mendapat perhatian dari PB POBSI karena meskipun tidak memiliki meja snooker, Kutai Barat tetap mampu meraih medali di nomor tersebut. Ini tentu menjadi motivasi bagi kami,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya berharap adanya dukungan lebih maksimal dari KONI maupun pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan fasilitas latihan.

“Harapan kami, KONI dan pemerintah daerah bisa lebih mensupport kebutuhan alat seperti stik biliar dan meja snooker agar pembinaan atlet lebih maksimal dan ke depannya kita bisa bersaing hingga tingkat nasional,” harapnya.

Siapkan 13 Atlet Andalan

Saat ini, POBSI Kutai Barat memiliki sekitar 30 atlet aktif. Namun, hanya 13 atlet yang dipersiapkan secara khusus untuk berlaga di Porprov Kaltim.

“Jumlah atlet aktif kita sekitar 30 orang, tetapi yang dipersiapkan khusus untuk Porprov ada sekitar 13 atlet,” jelas Vinsen.

Dari jumlah tersebut, komposisinya terdiri atas empat atlet perempuan dan sembilan atlet laki-laki.

Adapun atlet yang masuk dalam pembinaan POBSI Kutai Barat di antaranya Chandra Setiawan, David Lim, Roni Azari, Santo, Suryadi, Hadi Susanto, Kiki Riski, Aldi, Iqbal, Doli, Ardianus Bantam, Reski Efendi, Milla Azari, Rosa Nikita, Dea, Tiwi, Regina, Nadia Putri, Tessa Hamnisa, Milla MBS, Andy Risna, Lia Agnesia, Vita, dan Gabriela Mening.

Mental Jadi Kunci di Cabang Biliar

Sementara itu, Pelatih Biliar Kutai Barat, Ardianus Bantam, menegaskan pola latihan atlet akan terus ditingkatkan, terutama dalam penguatan kemampuan dasar dan mental bertanding.

Menurutnya, olahraga biliar bukan hanya soal teknik, tetapi juga kemampuan mengendalikan fokus dan emosi saat pertandingan berlangsung.

“Kalau biliar ini sebenarnya bukan melawan musuh, tetapi lebih kepada melawan diri sendiri. Bagaimana kita mengelola mental dan menjaga fokus saat bertanding,” ujarnya.

Dengan target enam medali emas, POBSI Kutai Barat optimistis mampu memberikan hasil terbaik di Porprov Kaltim, asalkan didukung fasilitas latihan yang memadai dan pembinaan berkelanjutan.