Peringati Hari Buruh, DPP SPN Ziarah Ke Makam Rustam Aksam Pendiri SPN Dan KSPI

Gunawanuser24
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Mei setiap tahunnya, Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Nasional (DPP SPN) melaksanakan ziarah dan tabur bunga ke makam Rustam Aksam Pendiri Serikat Pekerja Nasional (SPN) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan Provinsi DKI Jakarta, Rabu (11/05/2022).

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Dalam ziarah tersebut dipimpin langsung oleh Djoko heriyono selalu Ketua Umum DPP SPN dan Ramidi yang merupakan Sekertaris Umum DPN SPN, beserta jajaran pengurus DPP SPN melakukan ziarah dan tabur bunga ke makam Almarhum Rustam Aksam selaku pendiri sekaligus Ketua Umum pertama Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Nasional (DPP SPN) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) didampingi oleh Ibu Kunaeli dan Bapak Rivai Rustam sebagai perwakilan dari keluarga Almarhum.

Ketua Umum DPP SPN, Djoko Heriyono menyampaikan bahwa maksud dan tujuan ziarah ke makam almarhum Rustam Aksam adalah karena sejarah SPN tidak luput dari peran Almarhum Rustam Aksam sebagai founding father sekaligus Ketua Umum pertama Serikat Pekerja Nasional (SPN).

Maka dengan ini, dalam rangka mengenang dan terus melanjutkan perjuangan apa yang dulu dicita-citakan almarhum Rustam Aksam sampai sekarang karna baik yang sudah terwujud maupun yg belum, kita sebagai generasi penerus akan terus melanjutkan perjuangan almarhum Rustam Aksam agar kesempatan ziarah ini bagian dari spirit cita-cita itu biar melekat keseluruh pengurus dan anggota SPN.

“Kita juga akan selalu mengingat pesan-pesan perjuangan beliau dan yang paling penting ini sebagai momentum untuk kami mengingatkan kembali asal usul kita, itu siapa dan untuk apa, supaya kita mendapatkan power dan semangat lagi setelah ziarah dan terus melanjutkan cita-cita beliau terkait jaminan sosial pekerja terus kita suarakan jaminan sosial semesta sepanjang hayat atau yg biasa kita sebut JS3H, negara harus hadir melindungi dan menjamin warga negara dari mulai lahir sampai dengan meninggal dunia,” pungkasnya.

Sementara, Ramidi Sekertaris Umum DPP SPN menyampaikan, mengapa kita melakukan ziarah ke makam almarhum Rustam Aksam buat kami SPN maupun KSPI ini sebagai bentuk penghormatan karna beliau adalah bukan hanya sebagai pahlawan buruh nasional saja tapi beliau juga adalah tokoh buruh internasional karna almarhum Rustam Aksam telah meletakan dasar prinsip-prinsip serikat pekerja yg sangat dibutuhkan dan akan selalu sesuai dengan jamannya.

Beliau yg memberikan pondasi dasar bahwa serikat pekerja itu lembaga berunding dalam arti perundingan yang sejajar dan sebanding dengan pihak pengusaha maupun pemerintah dalam posisi yang setara, Rustam Aksam pada waktu itu sudah menggelorakan apa yang dimaksud dengan jaminan sosial jaminan sosial apa yang harus diberlakukan di Indonesia. Hanya ada Jamsostek yang pemanfaatannya saat itu dirasa belum maksimal dan masih jauh dari harapan, maka beliau mewacanakan adanya jaminan sosial pekerja.

“Bahwa prinsip pengelolaan jaminan sosial harusnya menggunakan prinsip prinsip paling amanah karena tenaga kerja adalah pemilik dari lembaga tersebut maka perannya harus dimaksimalkan. Almarhum Rustam Aksam adalah pendiri SPN dan KSPI, sedikit tentang sepak terjang beliau di KSPI saat didirikan kondisi serikat pekerja diindonesia terbelah seolah-olah menjadi dua kelompok besar. Pertama dianggap sebagai serikat pekerja kuning dan satu lagi dianggap serikat pekerja merah dalam kondisi seperti itu posisi serikat pekerja belum punya posisi yang kuat maka KSPI lahir dalam kondisi untuk tidak menjadi yellow union yang waktu itu dianggap kelompok yang mengamini setiap kebijakan pemerintah bahkan kebijakan atau prinsip-prinsip pengusaha tetapi juga bukan red union yang oposisi tidak pernah bersentuhan dengan serikat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, jajaran pengurus DPP SPN menyerahkan penghargaan kepada keluarga almarhum Rustam Aksam sebagai bentuk penghormatan atas jasa beliau selama ini yang dengan konsisten memperjuangkan kesejahteraan pekerja indonesia selama beliau memimpin. [Red]