Pentingnya Perilaku Sehat Seumur Hidup, Jangan Tunggu Ada Pandemi Lain

Kefaspelita
Covid191
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Jakarta, Pelitanusantara.com – Perilaku hidup sehat dengan menjalankan protokol kesehatan (Prokes) selama pandemi COVID-19, diharapkan dapat memberikan pengalaman dan pembelajaran berharga bagi masyarakat Indonesia.

Ketua Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas PP KIPI) Prof. Hinky Hindra Irawan Satari mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Sebab, kasus COVID-19 masih terjadi pada masa endemi.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

“Setelah pandemi berakhir, kita jadi endemi. Ada terus (yang sakit COVID-19), tapi kasusnya tidak banyak dan gejalanya tidak berat. Makanya, tetap waspada, jangan menurunkan kewaspadaan,” kata Prof. Hinky melalui keterangan resmi yang dikutip pelitanusantara.com Minggu (9/6/2024).

Lanjutnya, prokes yang harus dilakukan seumur hidup antara lain mencuci tangan menggunakan sabun, gunakan masker jika batuk atau dekat dengan orang batuk, jangan terlalu lama di tempat kerumunan, jangan terlalu lama di tempat yang ventilasinya buruk.

Prof. Hinky menjelaskan infeksi COVID-19 terjadi ketika terjadi gangguan keseimbangan pada tubuh. Proses terjadinya penyakit berawal dari interaksi antara agen penyakit (virus), manusia (host), dan lingkungan sekitarnya.

Jika divaksinasi walaupun terinfeksi, Prof. Hinky menjelaskan maka sakitnya tidak berat, tidak masuk ICU, tidak sampai sesak napas. Virusnya akan ada terus dan virus berubah (bermutasi). Maka dari itu, ia meminta masyarakat tetap waspada dan jangan lalai.

Vaksin bukanlah satu-satunya cara untuk mencegah COVID-19. Faktor lain yang sama pentingnya, yakni perilaku hidup sehat seperti mencuci tangan, menjaga jarak, dan memastikan sirkulasi udara yang baik.

“Itu semua ditambah vaksin. Sehingga meskipun sudah divaksinasi, tapi kalau tidak pakai masker, tidak menghindari kerumunan, bisa saja kena. Kalau kita perhatikan, kita melaksanakan prokes juga vaksinasi itu jauh lebih baik dari negara-negara lain di seluruh dunia,” kata Prof. Hinky.