Pemkab Trenggalek Siapkan 5.000 Liter Minyak Goreng dalam Operasi Pasar

Kefaspelita
IMG 20220131 WA0156
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Trenggalek – Pemerintah Kabupaten Trenggalek melakukan operasi pasar minyak goreng, Senin 31 Januari 2022. Sebanyak 5.000 liter minyak goreng disiapkan dengan harga Rp13.500 per liternya.

Setiap orang dengan menunjukkan KTP boleh membeli 2 liter, ini dilakukan dengan harapan dapat menyasar banyak warga masyarakat.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Setelah pemerintah menetapkan harga jual minyak goreng sebesar Rp14.000/liter, tak lantas harga salah satu komoditas pokok ini sama sesuai harapan. Ini dikarenakan masih ada stock lama dengan harga kulakan yang tinggi.

Hal ini tentunya menjadikan perhatiyan Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk melakukan operasi pasar, dengan harapan harga minyak goreng bisa stabil sesuai harapan pemerintah agar tidak membebani masyarakat.

“Hari ini Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, bersama Forkopimda melaksanakan operasi sembako, khususnya minyak goreng. Ini dilakukan untuk menghadapi kelangkaan dan masih tingginya harga di beberapa eceran, disebabkan karena dulu kulakannya sudah tinggi dan produsesn sempat mengalami kenaikan bahan baku dari minyak sawit-nya,” ungkap Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, saat meninjau operasi pasar minyak goreng di parkir Timur Alun-alun Trenggalek, bersama jajaran forkopimda.

Sambung bupati, sekarang produsen-produsen sudah komitmen, sehingga mereka langsung dari pabrikan di drop ke daerah-daerah. Salah satunya di Kabupaten Trenggalek ini kita menggelar operasi pasar. Ada ribuan liter minyak yang kita jual Rp13.500,” terangnya.

“Alhamdulillah sebagian besar yang kita tanya tadi mereka juga para pelaku UMKM. Jadi ini penting, agar tidak ada kenaikan harga di sektor-sektor yang lain. Kalau produsen ini bisa mendapatkan minyak dengan harga yang sewajarnya InsyaAllah bisa baik.”

Pihaknya juga akan mengecek berapa toko swalayan berjejaring. Mereka kontrol harganya bisa lebih baik. Jadi nanti dihimbau masyarakat mencari minyak gorengnya di swalayan berjejaring, InsyaAllah harganya bisa terkontrol karena waralaba nasional.

Rencananya kegiatan seperti ini akan terus berlanjut. Akan ada kegiatan susulan, karena kegiatan ini terkordinasi semua dari pusat sampai Kabupaten, ada tiga titik operasi hari ini totalnya sebanyak 5 ribu liter. (Mj – Pelitanusantara.com )