JAYAPURA – Pelitanusantara.com | Tanah Papua berduka, atas berpulangnya Alm. Jhon Moduow, ke pangkuan Tuhan yang maha kuasa, pada Minggu 16 Agustus 2020, Pukul 15:30 WIT atau jam 4 Sore. Karena sakit.
Sosok seniman bertanggan dingin itu, telah pergi. Namun karya ciptaannya menjadi kenang-kenangan atas syair lagu berjudul “Hindang Mak Hendang”.
Lagu ini, ditulis oleh Alm. Jhon Moduow, dan menjadi hits sekitar Tahun 70an. Dan kala itu, Alm menjadi salah satu personil dari grup legenda Tanah Papua, grup musik tradisional Mambesak.
Kepergian Alm, dimata keluarganya, Alm adalah sosok yang ramah, baik, dan suka menyapa siapa saja yang dijumpainya. Dan hal itu, tidak saja dirasakan oleh keluarga, tapi juga orang-orang yang pernah bersama-sama dengan Alm, dalam membangun kesenian di Tanah Papua.
“Tete, bagi kami keluarga, tete adalah sosok yang ramah, baik, dan suka menyapa siapa saja yang dijumpainya. Tidak saja bagi kami keluarga. Tapi juga orang-orang yang pernah bersama-sama dengan tete, dalam membangun kesenian di Tanah Papua,” ujar Daniel Modouw, cucu dari Alm.Jhon Modouw.
Sementara itu, Fredrik Modouw, selaku anak sulung, dari Alm. Jhon Moduow, kepada wartawan, Senin (17/08/2020) di rumah duka Kampung Waena, mengatakan, kami merasa kehilangan atas kepergian orang tua kami. Dan ditengah kesedihan dan rasa duka ini. Kami keluarga merasa bangga, sebab orang tua kami telah pergi, namun ia meninggalkan syair lagu bagi kami, orang-orang yang keseharian hidup di danau, Danau Sentani.
“Bapa telah pergi, namun dibalik kepergiaannya, ia telah meninggalkan syair lagu, yakni lagu “Hindang Mak Hendang”,” kata Fredrik Modouw.
Lagu “Hindang Mak Hendang”, sebut anak sulung Alm itu, lagu “Hindang Mak Hendang”, menceritan tentang kehidupan orang yang sehari-hari mendayung dan mencari ikan di danau, ditengah badai dan gelombang,” tutur Fredrik Modouw, dengan nada sedih.
Sekedar ketahui, karya ciptaan lagu dari Alm itu, dulu diperpulerkan oleh grup musik Rio Grime. Dan kini telah di diperpulerkan lagi oleh grup musik Papua Original.
Selamat jalan, sang seniman, karya mu dikenang sepanjang masa. (Richard)













