Pangkostrad Tekankan Prajurit Yonarmed 6 Harus Kuasai Teknologi Perang Modern

Kefaspelita
IMG 20260524 WA0038
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Pangkostrad Tekankan Prajurit Yonarmed 6 Harus Kuasai Teknologi Perang Modern

Makassar — Panglima Kostrad Letjen TNI Mohammad Fadjar, MPICT., melaksanakan kunjungan kerja ke Yonarmed 6 Kostrad di Makassar, Jumat (22/5/2026), sebagai bagian dari pembinaan satuan dan tatap muka bersama prajurit serta anggota Persit Yonarmed 6/Tamarunang.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Dalam arahannya, Pangkostrad menegaskan bahwa perkembangan teknologi pertahanan dan dinamika perang modern menuntut prajurit TNI AD untuk terus meningkatkan kemampuan, profesionalisme, dan kesiapan operasional.

Menurutnya, prajurit artileri medan tidak cukup hanya menguasai pengoperasian alat utama sistem persenjataan (Alutsista), tetapi juga harus memahami perkembangan teknologi tempur modern serta mampu beradaptasi dengan perubahan pola peperangan.

“Prajurit Yonarmed 6 Kostrad harus memiliki kemampuan teknis, berpikir taktis, mampu bekerja terintegrasi, serta memiliki disiplin dan loyalitas yang tinggi,” tegas Pangkostrad.

Sebagai satuan bantuan tempur, Yonarmed memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan operasi melalui ketepatan, kecepatan, dan koordinasi bantuan tembakan di medan tugas.

Karena itu, seluruh prajurit diminta terus meningkatkan kemampuan melalui latihan yang serius, terukur, dan berkelanjutan.

Selain menekankan profesionalisme, Pangkostrad juga mengingatkan pentingnya menjaga moralitas dan integritas prajurit dalam kehidupan sehari-hari.

Ia meminta seluruh anggota menghindari berbagai bentuk pelanggaran seperti penyalahgunaan narkoba, judi online, pinjaman online ilegal, hingga penyalahgunaan media sosial yang dapat merusak nama baik satuan.

Menurutnya, profesionalisme prajurit harus berjalan seiring dengan kedisiplinan, loyalitas, dan tanggung jawab moral sebagai prajurit TNI.

“Jaga kehormatan diri dan satuan di mana pun berada serta tunjukkan bahwa prajurit Kostrad adalah prajurit yang disiplin dan dicintai rakyat,” ujarnya.

Kepada unsur pimpinan satuan, Pangkostrad juga menekankan pentingnya pembinaan personel dan kepemimpinan yang hadir di tengah anggota sebagai teladan dalam pengabdian dan disiplin.

Sementara kepada anggota Persit, Pangkostrad menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan kepada prajurit dalam mendukung pelaksanaan tugas.

Menurutnya, keharmonisan keluarga menjadi salah satu faktor penting yang menunjang semangat, mental, dan kinerja prajurit di lapangan.

Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya Kostrad dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia yang profesional, modern, dan siap menghadapi tantangan tugas di masa depan.

Penguasaan Teknologi dan Disiplin Menjadi Kunci Kekuatan Prajurit Kostrad di Era Perang Modern.

Romo Kefas