MANFAAT DIGITALISASI SAAT BELAJAR DARI RUMAH PADA MASA PANDEMI COVID-19

Pelitanusantara.com Tidak terasa pandemi sudah berlangsung selama satu tahun di Indonesia. Sejak pandemi terjadi, kebiasaan baru dimulai. Banyak perubahan yang terjadi di berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan. Sejak diterapkan pembelajaran dari rumah, peserta didik maupun guru, secara tidak langsung seperti dipaksa untuk memanfaatkan teknologi dan menggunakannya untuk proses belajar mengajar. Perubahan yang tidak bisa dihindari. Mau tidak mau, suka tidak suka, peserta didik, guru, bahkan orang tua harus belajar menggunakan dan memanfaatkan teknologi yang ada. Pandemi membuat seluruh kalangan dan lapisan masyarakat Indonesia harus melek teknologi dan digitalisasi.

Bagi sebagian orang, mengubah kebiasaan belajar mengajar dari cara konvensional menjadi pembelajaran berbasis teknologi dan digitalisasi tidaklah mudah. Hal ini menjadi tantangan bersama bagi dunia pendidikan di abad 21. Ada istilah tak kenal maka tak sayang. Begitu juga dengan pemanfaatan teknologi. Jika tidak mengerti manfaat atau dampak positif dari digitalisasi bagi proses belajar mengajar, akan menjadi sulit untuk menerapkan dan menggunakannya. Oleh karena itu, penulis akan berbagi apa saja manfaat digitalisasi bagi pembelajaran di masa pandemi. Penulis berharap melalui tulisan ini, semakin banyak masyarakat Indonesia yang termotivasi untuk memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran dari rumah.

Setiap metode pembelajaran baik konvensional maupun berbasis teknologi digital, pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Penulis akan mencoba membandingkan kelebihan dan kekurangan antara pembelajaran konvensional dengan pembelajaran berbasis teknologi digital. Perbandingan tersebut penulis sajikan dalam tabel berikut:

Berdasarkan perbandingan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kekurangan salah satu metode pembelajaran dapat ditutupi dengan kelebihan dari metode pembelajaran lainnya. Artinya dengan menggabungkan kedua metode tersebut, pendidik mampu menerapkan proses pembelajaran yang maksimal bagi peserta didik. Gabungan dua metode pembelajaran tersebut dikenal dengan istilah Blended Learning[1]. Namun dalam tulisan kali ini, penulis hanya akan menjelaskan tentang manfaat yang diperoleh dari digitalisasi.

Ada dua jenis manfaat yang diperoleh dari pembelajaran berbasis teknologi digital, yaitu

manfaat langsung dan tidak langsung. Manfaat langsung adalah manfaat yang bisa dirasakan dalam waktu dekat ketika sedang menerapkan pembelajaran berbasis teknologi digital. Manfaat tidak langsung adalah manfaat jangka panjang yang akan dirasakan beberapa tahun kemudian setelah penerapan pembelajaran berbasis teknologi digital. Pertama, penulis akan membahas tentang manfaat yang bisa langsung dirasakan. Menurut artikel yang ditulis oleh SUN Education Group[2] ada delapan manfaat dari pembelajaran berbasis teknologi digital dan yang sudah disesuaikan oleh penulis dalam penjabarannya, yaitu:

1. Praktis dan fleksibel
Praktis karena menghemat waktu perjalanan pulang dan pergi sekolah. Fleksibel karena bisa lebih santai ketika di rumah (tidak perlu seragam yang lengkap).

2. Pendekatan yang lebih sesuai
Pendekatan teknologi sesuai dengan gaya para pelajar masa kini yang sudah sangat familiar dengan gadget.

3. Pengalaman belajar yang menyenangkan
Menjadi menyenangkan karena tidak harus menggunakan spidol dan papan tulis bagi guru atau kertas dan pulpen bagi murid, tetapi bisa melalui aplikasi kuis, video, foto, audio dan sebagainya karena memiliki tampilan yang lebih menarik

4.Lebih personal
Lebih memungkinkan interaksi yang lebih personal, contohnya saja ketika zoom meeting. Bagi peserta didik yang malu jika bertanya di dalam kelas karena akan didengarkan oleh teman satu kelasnya, akan lebih menyukai belajar menggunakan aplikasi video conference seperti zoom karena bisa mengajukan pertanyaan melalui pesan pribadi kepada gurunya

5.Hemat waktu dan biaya
Seperti pada poin satu, karena tidak perlu menempuh perjalanan pulang dan pergi, maka pembelajaran berbasis teknologi digital ini akan menghemat waktu dan juga mengurangi biaya dalam perjalanan. Selain itu, juga mengurangi biaya fotokopi materi atau fotokopi lembar ulangan, karena semua dilakukan berbasis teknologi digital

6.Mudah didokumentasi
Seperti yang sudah penulis jelaskan dalam tabel, materi yang dijelaskan oleh guru lebih mudah untuk didokumentasikan dalam bentuk video dan audio sehingga memungkinkan peserta didik untuk mengulang kembali penjelasan gurunya kapan saja.

7.Ramah lingkungan
Seperti pada poin 1 dan 5, dengan tidak adanya perjalanan pulang dan pergi sekolah, maka polusi udara juga semakin berkurang. Selain itu, menghemat penggunaan kertas (papperless) karena tidak perlu fotokopi materi, soal ulangan, dan lain sebagainya

8.Alternatif selama social distancing
Poin ini yang menjadi alasan utama untuk memanfaatkan pembelajaran berbasis teknologi digital.

Kedua, manfaat jangka panjang. Menurut artikel yang ditulis oleh Pintek[3] ada tiga manfaat yang akan diperoleh dalam waktu beberapa tahun ke depan ketika pendidikan di Indonesia mulai menerapkan pembelajaran berbasis teknologi industri, yaitu:

1.Serapan tenaga kerja lebih besar
Pembelajaran berbasis teknologi digital menjadikan peserta didik semakin dekat dan familiar dengan teknologi untuk hal yang positif, yaitu ilmu pengetahuan, mereka juga akan diberikan insight tentang kekhususan ilmu yang mereka minati.

2. Inovasi teknologi dalam industri
Pembelajaran berbasis teknologi digital membuat guru bisa menyiapkan pembelajaran yang lebih menarik bahkan dikaitkan dengan permasalahan kehidupan sehari-hari. Hal ini memberi ruang kepada peserta didik untuk berpikir kritis serta merancang gagasan penyelesaian masalah.

3.Meningkatkan daya saing di tingkat global
Pembelajaran berbasis teknologi digital membuat peserta didik dapat belajar lebih luas, tidak terbatas hanya dari penjelasan gurunya. Hal ini membuat mereka untuk terbiasa menghadapi kehidupan yang bersifat global.

Dari dua manfaat di atas, tentu saja pembelajaran berbasis teknologi digital ini sangat perlu dan menjadi menarik untuk diterapkan. Namun, selain manfaat, tentu saja ada dampak negatif dari pembelajaran berbasis teknologi digital, khususnya bagi anak usia 5-15 tahun. Hal ini juga menjadi tantangan bagi pendidik, baik orang tua maupun guru. Bagi anak usia 5-15 tahun yang harus belajar dari rumah, bukanlah hal yang mudah. Usia tersebut belum memahami dampak positif dan negatif dari penggunaan gadget.

Oleh karena itu sangat diperlukan peran dari orang tua untuk mendampingi anak-anaknya dalam memanfaatkan digitalisasi ketika belajar dari rumah. Selain itu, penanaman dasar yang kuat tentang kebenaran Firman Tuhan, menjadi hal mutlak yang harus diajarkan kepada setiap anak-anak. Amsal 22:6, Mazmur 119:9, 1 Yohanes 2:14 adalah pegangan bagi para pendidik, baik orang tua maupun guru untuk mendidik anak-anak dan orang muda dalam kebenaran Firman Tuhan dan untuk mengenal Bapa di Surga. Hal tersebut akan menjagai mereka dari tantangan dan dampak negatif pembelajaran berbasis teknologi digital. Sehingga kita mampu mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas dan terampil, tetapi juga hidup dalam kebenaran dan nilai-nilai kerajaan Allah. Tuhan Yesus memberkati.

Oleh : Irene Henrietta Gustin, M.Si (Pendidik Sekolah Tunas Pertiwi)

Referensi:
LAI, Alkitab
https://pelitanusantara.com/blended-learning-solusi-belajar-efektif-di-era-new-normal/ (diakses tanggal 27 Maret 2021)
https://suneducationgroup.com/app/sun-media-app/news-app/manfaat-online-learning/ (diakses tanggal 27 Maret 2021)
https://pintek.id/blog/digitalisasi-pendidikan/ (diakses tanggal 27 Maret 2021)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *