Jakarta – Konvensi Injil Sekolah-Sekolah Tinggi Teologi Indonesia (KISSTTI) 2026 resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI, Jeane Marie Tulung, di Aula John Calvin, Sekolah Tinggi Teologi Reformed Injili Internasional (STTRII) Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Forum nasional yang digelar oleh Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia (BMPTKKI) ini mempertemukan para pimpinan Sekolah Tinggi Teologi (STT), akademisi, teolog, serta mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia untuk memperkuat komitmen menjaga kemurnian Injil di tengah tantangan zaman.
Dalam sambutannya, Jeane Tulung menilai konvensi ini bukan sekadar pertemuan akademik, tetapi momentum penting bagi gereja dan dunia pendidikan teologi untuk kembali menegaskan supremasi Injil dalam kehidupan iman dan pelayanan.
“Pertemuan ini menjadi ruang refleksi bersama agar pendidikan teologi di Indonesia tetap berakar pada Injil dan relevan bagi gereja serta masyarakat,” ujarnya.
Stephen Tong Tegaskan Injil Adalah Otoritas Utama
Salah satu sesi yang paling dinantikan dalam konvensi ini adalah pemaparan keynote speaker oleh teolog dan penginjil ternama, Pdt. Dr. (hc) Stephen Tong.
Pendiri Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) sekaligus pendiri STTRII itu menegaskan bahwa Injil harus tetap menjadi pusat dari seluruh pelayanan gereja dan pendidikan teologi.
“Injil adalah sumber otoritas utama dalam iman Kristen. Pengajaran, khotbah, dan pelayanan gereja harus kembali kepada Injil yang murni,” tegas Stephen Tong di hadapan peserta konvensi.
Ia mengingatkan bahwa supremasi Injil penting untuk menghindari pergeseran fokus gereja kepada hal-hal sekunder seperti tradisi, ritual, atau pendekatan teologis yang menjauh dari pesan keselamatan di dalam Kristus.
Buku Supremasi Injil Diluncurkan
Konvensi ini juga ditandai dengan peluncuran buku “Supremasi Injil dalam Dunia Akademik.”
Buku tersebut menegaskan bahwa Injil harus menjadi fondasi utama dalam pendidikan teologi, termasuk dalam pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Secara simbolis, buku tersebut diserahkan oleh Dirjen Bimas Kristen kepada para penulis yang berasal dari berbagai sekolah tinggi teologi di Indonesia, di antaranya Prof. Dr. Stevri Indra P. N. Lumintang, Th.D., Ph.D., Dr. Samuel B. Sijabat, Ph.D., Prof. Dr. Benyamin F. Intan, Ph.D., Dr. Gunaryo Sudarmanto, D.Th., Dr. Nasokhili Giawa, M.Th., Dr. Adolfina Koamesakh, M.Th., Dr. Andreas Himawan, Ph.D., Yuzo Adhinarta, Ph.D., Prof. Dr. Sonny Zaluchu, M.Th., D.SA., Dr. Arnold Tindas, M.Th., Dr. Amos Winarto, M.Th., Prof. Dr. Frans Pantan, M.Th., D.Min., Dr. Moses Wibowo, M.Th., Dr. Sutrisna Harjanto, M.Th., Dr. Daniel E. Runtuwene, M.Th., Dr. Harianto GP, D.Th., D.Ed., Dr. Antonius Natan, SH., M.Th., Dr. Tonny A. Stefanus, M.Th., Dr. Robi Panggarra, M.Th., Dr. Andreas Hauw, D.Th., dan Prof. Dr. Daniel Ronda, M.Th.
Peluncuran buku ini diharapkan mendorong lahirnya karya teologi yang lebih kontekstual sekaligus memperkuat pemikiran teologi Injili di Indonesia.
Kolaborasi Nasional STT
Selain diskusi akademik, kegiatan konvensi juga diwarnai dengan penandatanganan kerja sama antara anggota BMPTKKI dengan berbagai sekolah tinggi teologi bersama Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) yang diwakili oleh Sekretaris Umum LAI, Dr. Sigit Triyono, S.Pd., MA.
Kerja sama ini bertujuan memperkuat sinergi pelayanan firman Tuhan melalui pendidikan teologi dan pelayanan Alkitab di Indonesia.
Diskusi Teologi Injili
Selama dua hari pelaksanaan, konvensi menghadirkan berbagai sesi ilmiah yang membahas supremasi Injil dalam konteks akademik dan pelayanan gereja.
Salah satunya disampaikan oleh Prof. Dr. Sonny Zaluchu, M.Th., D.S.A., dosen dari STT Semarang yang menekankan pentingnya penelitian teologi berbasis Injil agar karya akademik tidak hanya teoritis tetapi berdampak bagi gereja.
Sementara itu, Dr. Arnold Tindas, M.Th., dari STTI Harvest Tangerang menyoroti pentingnya konvensi Injil sebagai ruang kolaborasi nasional bagi perguruan tinggi teologi untuk membangun diskursus teologi Injili yang berkelanjutan.
Pada sesi internasional, Prof. Dr. Peter Lillback, Ph.D., dari Westminster Theological Seminary Amerika Serikat memaparkan bagaimana sekolah teologi di Amerika mempertahankan komitmen terhadap Injil di tengah tekanan sekularisasi dunia akademik.
Deklarasi Menjaga Kemurnian Injil
Di akhir konvensi, panitia membacakan Pernyataan Konvensi Injil I BMPTKKI yang berisi 12 butir komitmen bersama untuk menjaga kemurnian Injil dalam dunia akademik dan pelayanan gereja.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan ibadah penutup yang dilayani oleh tim dari STT Reformed Indonesia dengan pemberitaan firman Tuhan oleh Pdt. Yuzo Adhinarta, Ph.D.
Konvensi ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat jaringan sekolah tinggi teologi di Indonesia dalam menjaga kemurnian Injil sekaligus menghadirkan kontribusi teologi bagi gereja, masyarakat, dan dunia pendidikan.
Jurnalis: Romo Kefas













