Komandan Korem 072/Pamungkas, Turut Bermain Ketoprak

yupiterjogja
IMG 20221204 WA0091
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

YOGYAKARTA-Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjend TNI Puji Cahyono, S.I.P., M.Si. bersama para Pejabat DIY , bermain seni Ketoprak dengan tema “Crah Agawe Bubrah, Rukun Agawe Santosa”dengan sutradara Bambang Paningron, bertempat di Panggung terbuka Monumen Serangan Umum 1 Maret, Yogyakarta DIY. Sabtu, (3/12/2022).

Pementasan Seni Rakyat Ketoprak ini merupakan kolaborasi pejabat dan masyarakat yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan DIY, sedangkan pemain Ketoprak diperankan para pejabat Forkopimda DIY, Birokrat, Akademisi, para seniman dan juga melibatkan masyarakat.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai inisiator pementasan Ketoprak.

Dalam sambutannya Gubernur DIY berharap semoga pementasan Ketoprak dapat dinikmati seluruh elemen masyarakat.

Lebih lanjut ,Sri Sultan HB X menuturkan, malam hari ini ada peristiwa istimewa yang bisa kita saksikan bersama, saya juga baru pertama kali menyaksikan Ketoprak di tempat ini, ketoprak ini tidak sekadar ketoprak, yang dipentingkan bukan karena main dan bahasanya bagus, namun bagaimana para pemain bisa membangun dan dekat dengan publik. Saya harap pendekatan dengan publik ini sesuatu yang penting karena pelakunya adalah beberapa pejabat di DIY.

Sri Sultan HB X berharap, hal lain yang perlu diperhatikan adalah apresiasi karya, yang penting antara pemain dan penonton bisa membangun, serta saling menghargai seni yang selama ini sudah kita bangun bersama.

Gubernur DIY, meminta agar masyarakat tidak mempermasalahkan penggunaan bahasa dan pakem dari pementasan ketoprak tersebut, sebab pesan-pesan kedamaian yang ingin disampaikanlah yang paling penting. Oleh karenanya penggunaan bahasa Indonesia pada dialog, diharapkan akan lebih mempermudah proses penyampaian pesan, karena tidak semua pemain maupun penonton memahami bahasa Jawa.

Semoga seluruh pemain merasa nyaman dan semua bisa menikmati, tetap jaga jarak demi kesehatan bersama, yang penting ini bagaimana pemain bisa membangun kedekatan dengan publik, sehingga di Jogja ini pejabat bisa berinteraksi dengan masyarakatnya, tutup Sri Sultan.

Sang sutradara, Bambang Paningron, secara khusus menghadirkan tema yang bermakna seputar kejujuran dan kerukunan, mengingat sebentar lagi masyarakat akan menghadapi tahun politik Pilpres tahun 2024. Anggota Dewan Kebudayaan DIY ini juga menyebut ketoprak merupakan sarana yang tepat untuk mendekatkan pejabat dengan rakyat.

Karena ketoprak adalah seni tradisi yang paling dekat dengan masyarakat, oleh karenanya, bahasa yang digunakan dalam dialog bisa menggunakan bahasa Indonesia maupun Jawa. Pendukung yang terlibat dan bukan etnis jawa, tetap bisa terlibat dalam perumusan naskah dialognya, ungkapnya.

Sementara itu, Danrem 072/Pamungkas Brigjend TNI Puji Cahyono dalam kesempatan tersebut menyampaikan sangat senang bisa terlibat langsung dalam peran main Ketoprak, semoga kegiatan ini dapat menjadi sarana interaksi dan komunikasi serta bisa menghibur masyarakat. (Ome)