Jakarta, pelitanusantara.com – Pemberitaan mengenai penangkapan seorang oknum yang mengaku sebagai Ketua Umum Ormas PETIR atas dugaan pemerasan di Riau, membuat Ketum PETIR (Persaudaraan Timur Raya), Alek Emanuel Kaju SH, angkat bicara. Alek menegaskan bahwa oknum berinisial JS yang ditangkap oleh Ditreskrimum Polda Riau tersebut bukanlah bagian dari organisasi yang ia pimpin.
“Saya perlu meluruskan pemberitaan yang beredar. JS yang ditangkap atas dugaan pemerasan itu berasal dari organisasi Pemuda Tri Karya (Petir), bukan dari Persaudaraan Timur Raya (PETIR) yang saya pimpin,” ujar Alek Emanuel Kaju SH, dalam keterangan persnya, Jumat (17/10/2025).
Alek menjelaskan bahwa JS diduga melakukan pemerasan terhadap sejumlah perusahaan terkait pemberitaan dugaan pengrusakan lingkungan di beberapa media online. Ia menekankan bahwa tindakan tersebut tidak ada kaitannya dengan Persaudaraan Timur Raya (PETIR).
“Kami sangat menyayangkan adanya oknum yang mencatut nama PETIR untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum. Hal ini tentu mencoreng nama baik organisasi kami,” tegas Alek.
Alek juga menegaskan bahwa Persaudaraan Timur Raya (PETIR) adalah organisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, persatuan, dan kesatuan. PETIR berkomitmen untuk bersinergi dengan TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“PETIR adalah rumah adat bagi kami yang mewakili 17 Provinsi. Kami bersaudara, bergerak tanpa batas, bersinergi merangkul semua pihak menuju ‘Indonesia Timur Membangun’,” pungkas Alek Emanuel Kaju.













