KLa Project dan Lirik yang Anggun-Suatu Upaya Pemertahanan Bahasa Indonesia

Pelitanusantara.com Teknologi paling awal yang dimiliki manusia adalah bahasa. Pada mulanya, bahasa memiliki peran yang sangat pokok dan mendasari seluruh realitas alam ini. Dalam kitab Kejadian pasal pertama dikisahkan bagaimana Allah menggunakan teknologi bahasa untuk menciptakan bumi dan seisinya. Bahasa menjadi cikal bakal terwujudnya segala sesuatu. Pada akhirnya dapat dikatakan bahwa bahasa memegang kunci bagi keberlangsungan kehidupan manusia. Sebagai media komunikasi, bahasa menjadi sarana relasi antarmanusia.Dapat dibayangkan sedemikian kacaunya kehidupan tanpa bahasa. Dengan bahasa, segala yang abstrak dapat digambarkan, pikiran atau gagasan manusia dapat diutarakan.

Keberadaaan bahasa erat hubungannya dengan eksistensi. Wujud dapat dikenal melalui bahasa. Keberadaan suatu bangsa dengan pola hidup, kebiasaan, dan budaya ditandai secara khas melalui bahasa. Suatu bangsa tertentu memiliki bahasanya sendiri sebagai kharakteristiknya. Bangsa Indonesia ini dapat disatukan melalui bahasa. Secara proklamatif, kesatuan bangsa Indonesia melalui bahasa dapat kita saksikan dalam Sumpah Pemuda 1928. Sedemikian erat hubungan bahasa dan keberadaan suatu bangsa sehingga bahasa sebagai ciri khas suatu bangsa harus dipertahankan. Sebagai identitas nasional, lambang kesatuan dan kebangaan, bahasa harus dilestarikan keberadaannya, bahkan harus ditingkatkan perannya.

KLa Project adalah grup musik pop yang popular pada era akhir tahun 80-an hingga sekarang. Kelompok musik pop progresif ini terdiri dari Katon Bagaskara, Romulo Rajadin, dan Adi Adrian dan terbentuk pada tahun 1986 di Jakarta. Eksistensinya semakin melejit karena lagu-lagunya sangat inovatif baik dari segi musikal maupun terutama adalah lirik lagunya yang sangat puitis. Generasi tahun 90-an pada umumnya mengenal dengan baik grup ini dengan lagu-lagu seperti Tentang Kita, Rentang Asmara, Yogyakarta, Tak Bisa Ke Lain Hati, Terpurukku di Sini, Romansa, Saujana, Menjemput Impian, dll.
Kla Project menemu jati diri melalui diksi simbolik dengan gaya bahasa atau penyiasatan struktur meyakinkan. Struktur lirik yang dibangun mampu membawa pengaruh kepada generasi muda untuk lebih mencintai lagu karya anak bangsanya sendiri. Mereka bangga dengan karya-karya berkelas KLa Project. KLa memberi nuansa khusus pada setiap lagu dengan citraan diksi yang meyakinkan. Diksinya pekat dengan bahasa kias, merambah pada citra visual dan taktil/rasa yang sangat menyentuh. Penyiasatan pengungkapan sebagai sarana simbolisasi makna lugas membuat pendengar akan terkesima dengan gaya bahasa yang dibangun.

Di tengah penegakan kecintaan dan pemertahanan bahasa Indonesia dengan pembakuan bahasa, pengindonesiaan kata-kata asing yang gencar berlangsung, Menurut Gofaf dalam bincang Kla via Youtube KLa Project hadir dengan bahasa yang seksi, bahasa yang anggun. Bahkan ada yang menyebutkan sebagai bahasa yang kemayu feminim. Kehadiran itu membawa pengaruh yang supportif bagi eksistensi bahasa Indonesia di tengah arus perubahan mordernitas yang dapat melunturkan kecintaan kepada bahasa Indonesia.

Kebaruan yang ditawarkan Kla Project dapat ditampilkan dalam pemilihan kata seperti terpuruk, romansa, saujana, jelaga, selaksa, setangkup, memutih tulang, prahara, lara, dll. Demikian pula frasa-frasa seperti gerimis langit pun menangis, pada langit kamarku kulukis kau di situ, penamu bicara, norma peradatan, tak beda dengan fauna, banyak lencana pantas disematkan, dan masih banyak lagi.

Sebagai suatu sampel lirik lagu “Saujana” di bawah ini menjadi salah satu bentuk kekuatan lirik tersebut.

Saujana
Ayun berayun pikir mengalun
Beterbangan khayal keinginan
Lelah memilih arah terpasti
Jelaga malam halangi

Ooo raga
Masih jauh perjalanan
Kita tempuh
Saujana
Samudra membentang sambut layarku
Saujana
Hidup di seberang gemerlap mimpiku
Mungkinkah merapat ke sana (lalu aku bangun istana)

Awan berarak semakin laju
Riuh taufan ombak keras menderu
Telah mengering seluruh bibirku
Dahaga suka cita

Pandang jauh saja

Lirik-lirik bercita rasa tinggi yang ditunjukkan KLa Project membawa efek pertama-tama kepada segi pemenuhan manusia terhadap keindahan. Ini akan membawa kita kepada rasa kekaguman dan penghargaan. Kedua, lagu KLa yang dikemas secara eufemisme/halus dan santun membawa pesan terhadap kita agar dapat berpeka nurani pada masalah penghargaan kepada sesama insani, saling mengasihi, menghormati orang tua, dan mencintai bangsanya. Permasalahan yang ditampilkan lagu KLa Project yang berorientasi pada humanisme dan kebangsaan tidak semata-mata berfungsi secara puitik namun juga menjadi sarana untuk membangun kecintaan kepada bangsa dan khususnya terhadap bahasa Indonesia. Secara singkat dapat digambarkan sebagai berikut, lagu berjudul Bunda mengajak kita memberi penghormatan tinggi kepada sosok ibu. Pada lagu Hidup Seputarku, Kla mengajak kita untuk mengikis permusuhan dan kerakusan manusia. Pada lagu Hingga Memutih Tulang, kita dibawa pada sikap untuk mencintai bangsanya. Pada lagu Saujana (Visi, memandang jauh ke depan) Kla secara santun mendorong bangsa ini agar dapat segera membangun masa depan yang gemilang. Semua itu diekspresikan dengan bahasa yang halus.

KLa Project tidak semata-mata mencari popularitas, namun gagasan berkesenian yang terkonsep secara matang memiliki visi dan misi yang kuat bagi pembangunan peradaban bahasa Indonesia. Dalam upaya pemertahanan bahasa Indonesia, lirik-lirik lagu KLa Project mampu menjadi stimulus yang efektif. Dengan mencintai bahasa Indonesia, lambat laun pemertahanan bahasa dapat terjadi dengan sendirinya. Nilai-nilai positif yang dibangun KLa Project berkontribusi dalam pembangunan bangsa khususnya melalui bahasa. Dengan itu, pemertahanan bahasa Indonesia sekaligus sebagai upaya pemertahanan eksistensi bangsa dapat dibangun melalui lirik-lirik lagu KLa Project. Bagi generasi muda, budaya mengapresiasi karya bangsa sendiri harus ditanamkan secara keberlanjutan
Di tengah kenyataan kehidupan bangsa yang masih terkoyak dengan potensi keterpecahan, pemertahanan bahasa Indonesia menjadi bagian pokok yang harus didukung oleh seluruh elemen bangsa. Upaya secara integratif pun menjadi harga mati yang harus dikerjakan. Memperhatikan urgensi pemertahanan bahasa dan bangsa, kehadiran karya lagu-lagu KLa Project yang bersifat konstruktif ini bisa menjadi sarana apresiasi yang baik bagi generasi muda. . Semoga, melalui karya seni lagu, semangat mencintai bahasa Indonesia, dapat ditumbuhkembangkan. Jika generasi muda mencintai produk bahasa bangsanya sendiri, niscaya pemertahanan bahasa Indonesia dapat diwujudkan.
(Abednego Tri Gumono, M.Pd. Dosen Universitas Pelita Harapan dan Anggota Dewan Penasihat Afiliasi Penggiat Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing/APPBIPA Provinsi Banten)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *