Ketua PD PGLII Kota Bandung: Gereja Harus Bergerak, Bersatu, dan Menjadi Jawaban Bagi Kota

IMG 20260518 WA0154
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Ketua PD PGLII Kota Bandung: Gereja Harus Bergerak, Bersatu, dan Menjadi Jawaban Bagi Kota

Bandung, 18 Mei 2026 — Pasca berakhirnya Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Kota Bandung Periode 2025–2029, Ketua PD PGLII Kota Bandung, Pdt. Mulianto Halim, M.Th., menyampaikan pesan kuat mengenai arah pelayanan gereja di tengah tantangan zaman yang terus berubah.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Dalam wawancara bersama tim media usai seluruh rangkaian Rakerda selesai dilaksanakan di GKKI COCCC Bandung Textile Center, Jalan Kebon Jati No. 44–88, Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung, ia menegaskan bahwa gereja harus mampu bergerak lebih aktif dan tidak hanya berfokus pada kegiatan internal semata.

Menurutnya, gereja saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari persoalan moral, kehidupan sosial masyarakat, perkembangan teknologi, hingga pergumulan generasi muda yang membutuhkan perhatian serius.

“Gereja tidak boleh hanya hadir di dalam gedung ibadah. Gereja harus hadir di tengah masyarakat, menjadi terang, membawa kasih, dan memberi pengharapan bagi banyak orang,” ujarnya.

Ia menilai bahwa Rakerda PGLII Kota Bandung kali ini bukan sekadar forum organisasi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat persatuan antar gereja dan lembaga Injili di Kota Bandung.

Menurutnya, kesatuan tubuh Kristus harus diwujudkan melalui kerja sama pelayanan yang nyata dan saling mendukung antar gereja.

“Kalau gereja berjalan sendiri-sendiri, pelayanan akan terbatas. Tetapi ketika gereja bersatu, maka dampaknya akan jauh lebih besar bagi kota ini,” tegasnya.

Pdt. Mulianto Halim juga menyampaikan bahwa seluruh program kerja yang telah dirumuskan dalam sidang pleno diharapkan tidak hanya menjadi dokumen organisasi, tetapi benar-benar dijalankan melalui pelayanan yang menyentuh kehidupan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa program pelayanan ke depan akan diarahkan pada penguatan pembinaan rohani, pelayanan sosial, penginjilan, penguatan keluarga, pembinaan generasi muda, hingga pengembangan pelayanan berbasis media digital.

Menurutnya, gereja harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai kebenaran firman Tuhan.

“Pelayanan harus tetap relevan dengan keadaan zaman, tetapi tidak boleh kehilangan arah dan dasar rohaninya,” katanya.

Selain itu, ia juga mengingatkan para pengurus yang baru dilantik agar menjaga integritas dan semangat melayani dalam menjalankan tugas organisasi.

Ia menegaskan bahwa jabatan dalam pelayanan bukan soal kehormatan, melainkan tanggung jawab rohani untuk melayani dengan kerendahan hati dan ketulusan.

“Pengurus harus menjadi teladan dalam menjaga persatuan, membangun komunikasi yang sehat, dan melayani dengan hati seorang hamba,” ungkapnya.

Di akhir wawancara, Pdt. Mulianto Halim menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, pengurus, serta gereja dan lembaga pelayanan yang telah mendukung seluruh rangkaian kegiatan Rakerda hingga berjalan dengan baik.

Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun selama Rakerda dapat terus dijaga dan menjadi awal lahirnya pelayanan yang semakin kuat, bersatu, dan berdampak bagi Kota Bandung.

(Jurnalis: Tim)