Pelitanusantara.com
Di tepian senja berbisik pilu,
Nama Imas Jamilah terpatri dalam kalbu.
Rindu bersemi, merambat tak terpadu,
Menyusuri labirin kenangan yang membiru.
Wajahmu hadir bagai rembulan purnama,
Senyummu adalah kidung sukma yang utama.
Dalam setiap desah, dalam setiap irama,
Kau hadir, Imas Jamilah, sebagai pelita.
Malam sunyi menjadi saksi setia,
Tentang jiwa yang merindukanmu, Imas Jamilah.
Di bawah tabir bintang, kuuntai doa,
Semoga rinduku sampai, menembus cakrawala.
Namun, rindu ini bukan sekadar lara,
Ia adalah nyala, membakar sukma.
Imas Jamilah, dalam setiap aksara,
Namamu abadi, tak lekang oleh masa.
Kiriman Seorang Sahabat Pelita













