Irwasda Polda Papua: Mencegah Paham Radikal dan Intoleransi, Perlu Keterlibatan Masyarakat

WhatsApp Image 2020 08 28 at 20.47.57
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

 

Jayapura – Pelitanusantara.com | Untuk mencegah paham radikal dan Intoleransi, agar tidak tumbuh dan berkembang ditenggah kesaharian hidup masyarakat. Bukan saja tugas TNI-Polri. Namun diperlukan partisipasi atau keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Dimulai dari dalam diri individu kita. Demi kenyamanan dan keamanan bersama, di wilayah Papua.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Hal itu, dikatakan oleh Irwasda Polda Papua. Kombes Pol. Petrus Patrige Rudolf Renwarin, SH, saat membuka kegiatan pembinaan penanggulangan atau pencegahan radikalisme dan intoleransi, didepan para tokoh agama, dan personil Polri TA 2020, di gedung Elsama Numberi SPN Polda Papua, Jayapura, Kamis 27 Agustus 2020, kemarin.

“Kami mengajak semua tokoh agama, adat, pemuda, perempuan mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat. Agar bersama-sama membantu Polri dalam mencegah paham radikal. Karena bagian inilah yang kami harapkan dari semua pihak,” kata Kombes Pol. Patrige.

Terpinting, ujar, Irwasda Polda Papua itu, radikalisme, terorisme dan Intolerans, tidak terjadi apabila seluruh masyarakat Indonesia, utamanya kita yang ada di Papua, bisa memaknai, memahami dan menjalani nilai-nilai pancasila. Maka kita tidak akan bisa tergoyahkan. Dan kita harus bersama-sama menjaga keutuhan NKRI dalam kebhinekaan.

“Radikalisme, terorisme dan Intoleransi tidak dapat terjadi. Apabila seluruh masyarakat Indonesia, utamanya kita di Papua, bisa memaknai, memahami dan menjalani nilai-nilai pancasila. Maka kita tidak tergoyahkan. Dan kita bersama-sama menjaga keutuhan NKRI dalam kebhinekaan kita ini,” tegas Patrige, sembari memesan. (Richard)