Gotong Royong di Tapal Batas, Satgas Yonarmed 12 dan Pemkab Malaka Wujudkan Hunian Layak bagi Warga

IMG 20260605 WA0089
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Gotong Royong di Tapal Batas, Satgas Yonarmed 12 dan Pemkab Malaka Wujudkan Hunian Layak bagi Warga

Malaka — Semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa kembali terlihat di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste. Melalui kerja sama antara Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad, Pemerintah Kabupaten Malaka, dan Pemerintah Desa Bereliku, sebuah rumah layak huni berhasil dibangun untuk membantu warga yang membutuhkan tempat tinggal yang lebih aman dan bermartabat.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Program sosial tersebut diberikan kepada Blasius Una (58), warga Desa Bereliku, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian sosial di kawasan perbatasan.

Bagi masyarakat perbatasan, rumah bukan sekadar tempat berlindung dari panas dan hujan. Rumah adalah ruang untuk membangun kehidupan, membesarkan keluarga, serta menumbuhkan harapan akan masa depan yang lebih baik. Karena itu, pembangunan hunian layak menjadi salah satu kebutuhan mendasar yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan warga.

Melalui sinergi lintas sektor, rumah yang sebelumnya berada dalam kondisi kurang layak berhasil direnovasi menjadi tempat tinggal yang lebih sehat, aman, dan nyaman. Proses pembangunan juga melibatkan dukungan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat setempat.

Wakil Komandan Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad, Mayor Arm Denny Rizki Nuary, menegaskan bahwa keberadaan Satgas di wilayah perbatasan tidak hanya berorientasi pada tugas pengamanan wilayah, tetapi juga pada upaya membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan sosial.

Menurutnya, kedekatan antara prajurit dan masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi warga.

“Melalui program seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa TNI selalu hadir bersama rakyat. Kehadiran kami di perbatasan bukan hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga ikut membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Malaka turut memberikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin selama ini. Kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan Satgas Pamtas dinilai menjadi contoh positif dalam membangun masyarakat melalui pendekatan yang menyentuh kebutuhan dasar warga.

Peresmian rumah berlangsung dalam suasana penuh rasa syukur. Keluarga penerima manfaat bersama warga sekitar menyambut bantuan tersebut dengan harapan baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Program ini juga menjadi gambaran bahwa pembangunan di wilayah perbatasan tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan keamanan, tetapi juga menyentuh dimensi kemanusiaan yang menjadi fondasi penting bagi kemajuan masyarakat.

Dengan terus terjalinnya kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat, berbagai persoalan sosial di kawasan perbatasan diharapkan dapat diatasi secara bertahap melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.

Di perbatasan, persatuan tidak hanya dijaga dengan batas negara, tetapi juga dipererat melalui kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan uluran tangan.

Romo Kefas