Empat Dekade STT IKAT Jakarta: Menguatkan Fondasi Teologi, Menjawab Tantangan Kebangsaan
JAKARTA – Empat puluh tahun perjalanan Sekolah Tinggi Teologia IKAT Jakarta menjadi penanda konsistensi lembaga tersebut dalam membangun pendidikan teologi yang berakar pada iman sekaligus responsif terhadap dinamika sosial.
Perayaan Dies Natalis ke-40 yang digelar di Kampus Biru, Rempoa Raya, Bintaro, Jakarta Selatan, berlangsung dalam nuansa reflektif dan akademik. Mengusung tema “Sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada iman” (2 Petrus 1:5–7), kegiatan ini menjadi momentum mempertegas arah pengembangan institusi di tengah perubahan zaman yang kian kompleks.
Dalam pesan yang disampaikan pada ibadah syukur, Yasonna H. Laoly mengingatkan pentingnya peran lembaga pendidikan teologi dalam menjaga keseimbangan antara kedalaman spiritual dan ketajaman intelektual. Menurutnya, tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan identitas dasar.
“Empat dekade menunjukkan daya tahan dan konsistensi. Ke depan, penguatan kualitas dan relevansi menjadi agenda utama,” ujarnya.
Komitmen pada Mutu Akademik
Momentum Dies Natalis juga dimanfaatkan untuk menegaskan komitmen pada penguatan budaya akademik. Sejumlah dosen yang aktif menulis dan menerbitkan buku mendapatkan apresiasi atas kontribusi ilmiahnya. Sedikitnya sepuluh karya telah diterbitkan sebagai bagian dari pengembangan literatur teologi dan pendidikan Kristen.
Rektor STT IKAT, Jimmy Lumintang, dinilai konsisten mendorong sivitas akademika untuk memperkuat tradisi riset dan publikasi. Budaya menulis disebut sebagai salah satu indikator penting dalam menjaga kredibilitas dan daya saing institusi pendidikan tinggi.
Peran Alumni dan Mitra
Dalam rangkaian acara tersebut, penghargaan juga diberikan kepada mitra strategis dan alumni yang berkontribusi dalam penguatan jejaring kelembagaan. Salah satu penerima apresiasi adalah Yulianus Henock, anggota senator Republik Indonesia asal Kalimantan Timur yang juga alumni STT IKAT.
Ia menyampaikan bahwa pengalaman akademik di kampus tersebut membentuk fondasi kepemimpinan dan nilai integritas yang ia pegang hingga kini.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia atas dukungannya dalam publikasi dan penyebaran informasi kegiatan kampus.
Perayaan ditutup dengan penyampaian doa dan harapan dari berbagai pihak agar STT IKAT terus bertumbuh sebagai institusi pendidikan teologi yang unggul, kontekstual, dan memberi kontribusi nyata bagi gereja serta kehidupan berbangsa.
Memasuki usia ke-40 tahun, STT IKAT Jakarta menegaskan komitmen untuk menjaga kualitas, memperluas kolaborasi, dan menghadirkan pendidikan teologi yang mampu menjawab kebutuhan zaman.
Jurnalis: Romo Kefas
Sumber: STT IKAT via YM













